BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Utara

Warga di Kecamatan Ini Cari Pohon Besar Jika Ingin Menelpon, Begini Ceritanya

Warga biasanya bergantian atau bahkan berkumpul di satu tempat untuk menelepon keluarga.

Warga di Kecamatan Ini Cari Pohon Besar Jika Ingin Menelpon, Begini Ceritanya
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Suasana Dermaga Paminggir, HSU 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kecamatan Paminggir berada paling jauh dari pusat Kota Amuntai. Untuk menuju kecamatan ini perlu melewati transportasi darat selama satu jam. Dan dilanjutkan dengan transportasi air selama satu hingga dua jam.

Tak heran jika di daerah tersebut sulit mendapatkan jaringan telepon. Padahal telepon menjadi alat komunikasi utama masyarakat.

Hendra, warga Desa Tampakang mengatakan, untuk mendapatkan jaringan telepon harus ke tempat-tempat tertentu.

"Biasanya yang dekat dengan pohon besar lebih banyak jaringan, atau ke tempat yang lebih tinggi seperti di kantor desa," ujarnya.

Baca: Pembuatan Paspor Sementara Dialihkan ke Imigrasi Batulicin, Lho Kenapa?

Cukup kesulitan jika ingin menghubungi keluarga, terlebih saat hari besar Islam. Warga biasanya bergantian atau bahkan berkumpul di satu tempat untuk menelepon keluarga. "Saat Idulfitri biasanya banyak yang berkumpul untuk menelepon keluarga," ujarnya.

Dinas Kominfo HSU saat ini sedang mengusulkan untuk pembangunan BTS di enam desa di Kecamatan Paminggir yaitu Desa Ambahai, Bararawa, Sapala, Palbatu, Tampakang dan Paminggir.

Plt Kepala Dinas Kominfo Hamdani mengatakan pihaknya telah mengajukan usulan untuk pembangunan BTS di Kecamatan Paminggir ke Kementrian Kominfo.

"Kami usulkan keenam deaa di Kecamatan Paminggir namun belum tahu desa mana saja yang disetujui, kami berharap bisa disetujui seluruhnya," ujarnya.

Program pemerintah pusat dengan operator yaitu pembangunan BTS di daerah blank spot merupakan program rutin dari operator sebagai bentuk kerjasama.

"Setiap desa yang mendapat bantuan diminta untuk menyiapkan tanah seluas 20x20 untuk membangun BTS, kami juga telah menginformasikan bahwa seluruh desa yang diusulkan merupakan daerah rawa," ujarnya.

Pasalnya saat pembangunan nanti dilaksanakan oleh Kementrian Kominfo, sedangkan pemerintah daerah melalui Dinas Kominfo hanya sebagai perantara dan pengawas.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help