BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Bonus Sportivitas

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel bakal resmi dibuka lima hari lagi, tepatnya 8 Oktober 2017.

Bonus Sportivitas
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

VINI, vidi vici. Ucapan Kaisar Romawi Julius Caesar ini telah diterapkan sejumlah atlet di Kalimantan Selatan. Sejak beberapa hari lalu, mereka berdatangan ke Kabupaten Tabalong. Pertandingan dan lomba diikuti. Hasilnya beberapa atlet telah meraih medali.

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel bakal resmi dibuka lima hari lagi, tepatnya 8 Oktober 2017. Namun sejumlah cabang olah raga telah dipertandingkan dan dilombakan dalam ajang yang berlangsung hingga 15 Oktober tersebut.

Kendati ajang ini secara resmi hanya berlangsung tujuh hari, persiapan yang dilakukan pengurus olahraga, pelatih dan atlet di banyak kabupaten dan kota telah jauh-jauh hari. Sejumlah atlet bahkan dikirim ke luar daerah seperti Jawa untuk menambah kemampuan. Masing-masing ingin mendapatkan medali sebanyak-banyaknya.

Sejumlah pemerintah daerah (pemda) bahkan telah menyiapkan bonus bagi atletnya yang mempersembahkan medali. Pemkab Kotabaru telah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar. Pemkab Hulu Sungai Selatan menjanjikan bonus Rp 25 juta bagi atletnya yang membawa pulang medali emas, Rp 12,5 juta untuk perak dan Rp 10 juta untuk perunggu. Sang pelatih juga dapat bonus sesuai prestasi atletnya.

Bonus ini tentunya tergantung kemampuan daerah. Apalagi sebelumnya anggaran daerah dipotong pemerintah pusat.

Terlepas dari kesulitan pemda, janji yang diucapkan para kepala daerah tentunya memberikan angin segar bagi para atlet. Setidaknya, bagi atlet yang berprestasi, ada yang bisa dibawa pulang untuk dibagi dengan keluarga, selain medali berwarna keemasan, keperakan dan perunggu.

Namun demikian para atlet jangan gembira dulu. Angin bisa berubah. Soalnya banyak kejadian setelah ajang selesai, janji tinggal janji. Para atlet yang berprestasi harus menunggu lama atau bahkan protes untuk mendapatkan haknya.

Tidak usah jauh-jauh. Pada Agustus lalu, atlet tolak peluru putri Eki Febri Ekawati bahkan harus mengungkapkan ke media massa soal biaya akomodasinya selama delapan bulan latihan yang belum dibayar pemerintah. Padahal dia telah mempersembahkan medali emas pada SEA Games 2017. Sekelas pemerintah pusat saja bisa begitu, apalagi pemkab.

Kalau pun bonus diserahkan pemerintah, angkanya kerap terdengar tak sesuai yang dijanjikan. Itu karena atlet harus berbagi dengan pengurus. Akibatnya banyak pengurus yang gemuk dan sehat, sedang atletnya kurus dan sakit.

Ada baiknya pemberian bonus tidak lagi melalui pengurus, tetapi diserahkan langsung kepada yang berhak. Ini karena pengurus punya anggaran sendiri. Jangan sampai ada orang yang cari makan di kepengurusan olahraga.

Selain bonus, yang perlu lebih diperhatikan adalah pembinaan. Atlet memang bisa berlari lebih kencang karena diiming-imingi uang. Namun ada kemungkinan dia tak sampai finis karena latihan kurang atau gizinya tak cukup. Jadi setelah porprov selesai, teruskan pembinaan. Apalagi ada banyak ajang yang lebih tinggi mengadang.

Semakin hebat atlet semakin mudah kita menghadapi suatu pertandingan atau perlombaan. Tak peduli jika wasit berat sebelah, membela tuan rumah atau ada daerah yang menggunakan atlet dari luar seperti kerap terjadi pada sebuah event. Kita datang, kita bertanding dan kita menang secara sportif. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help