BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Tengah

Kapolres HST Bilang Menikah Saat Ditahan Hak Asasi Manusia, Meski Bulan Madunya Terhalang Jeruji

Pernikahan yang dilakukan Sadillah Mursyid (21), tersangka yang diduga pengedar carnophen dari Desa Tatah Barikin, Kecamatan Haruyan

Kapolres HST Bilang Menikah Saat Ditahan Hak Asasi Manusia, Meski Bulan Madunya Terhalang Jeruji
banjarmasinpost.co.id/hanani
Tersangka Sadillah Mursyid (21) (kemeja putih berpeci) dan istrinya Vita Novita (baju pink) berfoto bersama Kapolres HST AKBP Mugi Sekar Jaya (ditengah mempelai) usai akad nikah di musala Darul Falah, Polres HST, Rabu (4/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pernikahan yang dilakukan Sadillah Mursyid (21), tersangka yang diduga pengedar carnophen dari Desa Tatah Barikin, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Musala Polres HST dilakukan setelah mendapat izin dari penyidik Satres Narkoba.

Kapolres HST AKBP Mugi Sekar Jaya mengatakan, sekalipun berstatus tahanan yang sedang menjalani proses hukum, pihaknya harus memberikan hak tersangka, karena merupakan hak asasi manusia.

“Jadi tak boleh dihalang-halangi. Lain halnya jika tersangka minta fasilitas berbulan madu, itu tak bisa diberikan, karena aturannya dia harus ditahan,” kata Kapolres kepada BPost Online, Rabu (4/10/2017).

Baca juga: Heboh Keluhan Harga di Media Sosial, Pihak Lontong Orari Langsung Minta Maaf

Pernikahan itupun di bawah pengawalan anggota bersenjata yang berjaga di luar musala.

Sebelumnya, Pelaksana tugas sementara Kapolsek Haruyan, Iptu Tarjono menjelaskan, Sadillah tertangkap sedang mengedarkan (menjual) carnophnen di Pasar Kaget Barikin 27 September 2017 (bukan Minggu 1 Oktober 2017 seperti diberitakan sebelumnya).

Dari tersangka, Polsek Haruyan menyita delapan keeping atau 80 butir obat tersebut serta uang tunai Rp 370 ribu serta senjata tajam jenis pisau penusuk.

Selain Sadillah, di lokasi yang sama juga tertangkap tangan Sabran, warga Barikin, dengan barang bukti enam keeping, atau 60 butir carnophen, serta uang tunai Rp 126 ribu, yang diduga hasil penjualan obat yang izin edarnya telah ditarik Kemenkes karena sering disalahguanakan tersebut.

Baca juga: Pengumuman CPNS 2017 Kemenkeu - Bagi yang Lolos Administrasi, Berikut Link Tahap Berikutnya

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka pengedar carnophen, Sadillah melaksanakan pernikahan dengan kekasihnya, Vita Novita (18), warga Barikin Kecamatan Haruyan, di tengah mempelai pria menjalani proses hukum atas kasus yang membuatnya dijebloskan di jeruji besi Polres HST.

Pernikahan dilakukan di Musala Polres HST, secara Islam, dengan menghadirkan penghulu, serta orangtua masing-masing.

Hadir Pula Kapolres HST, Pls Kapolsek, serta jajaran Satres Narkoba. Usai akat nikah, pihak keluarga menggelar syukuran kecil-kecilan, dan hanya sekitar 30 menit, penganten baru itu harus berpisah, karena sang pria kembali ke sel tahanan.

Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help