Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO: Titian Jembatan Menuju Rumah Banjar Cagar Budaya Kondisinya Memprihatinkan

Di Desa Teluk Selong Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar terdapat dua rumah adat khas Banjar yang berusia ratusan tahun.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Di Desa Teluk Selong, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar terdapat dua rumah adat khas Banjar yang berusia ratusan tahun. Bangunan tersebut yakni bernama Rumah Banjar Gajah Baliku dan Bumbungan Tinggi.

Tidak hanya bisa berfoto atau melihat langsung keunikan bangunan khas Banjar, di tempat tersebut pengunjung bahkan juga bisa melihat beberapa perlengkapan rumah tangga yang seusianya sama dengan bangunan. Diantaranya seperti Kelambu Gantung, Piring Malawen, Peti Wasi, dan banyak lagi lainnya.

Seorang penjaga sekaligus generasi ke lima pemilik rumah banjar Gajah Baliku, Abdul Najib mengatakan adapun rumah banjar yang kini ditempatinya tersebut sudah berusia 160 tahun.

Namun bila menyisir ke halaman belakang rumah adat khas Banjar tersebut, ada pemandangan miris yang nampak terlihat.

Titian jalan yang menjadi salah satu sarana penunjang di lokasi cagar budaya tersebut yang dibiarkan rusak. Ironisnya, bahkan lantai jembatan tersebut sudah ada yang terputus. Dinding pagar pembatasnya juga banyak berlobang.

"Memang sudah sekitar 2011 lalu rusak, namun berangsur parahnya baru tiga tahun belakangan ini," kata Najib.

Penjaga sekaligus generasi ke lima pewaris rumah Banjar tersebut juga tidak menampik titian itu termasuk aset pendukung cagar budaya rumah adat yang semula dibangun pemerintah.

Jalan tersebut sebetulnya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, baik para warga dan pengunjung cagar budaya.
Namun lantaran kurangnya kesadaran dan termakan usia serta cuaca, sehingga kini kondisinya pun mengalami rusak.

"Untuk upaya sebetulnya sudah kami sampaikan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Samarinda. Bahkan menurut kabar, perbaikan akan dilakukan 2017 tadi. Tapi karena ada pergantian pemimpin di kantor pusat, terpaksa perbaikan ditunda ke 2018 dan semoga saja segera," jelasnya.

Najib juga berharap pemeliharaan rumah adat khas Banjar juga dapat dilakukan pada bagian lantai bangunan yang mulai miring. Ia menuding, kondisi tersebut disebabkan akibat beban pengadaan halaman yang berada di samping bangunan.

Sehingga akibatnya tanah penopang bangunan yang semula berangsur anjlok membuat bangunan pun mengalami kondisi serupa.

"Di bagian dapur ini saja, akibat pergeseran tanah membuat dinding bangunan renggang sebesar empat jari orang dewasa. Say kawatirnya bila kondisi ini dibiarkan tidak dilakukan penanganan berupa pengangkatan, malah menimbulkan kecacatan pada konstruksi bagian rumah adat lainnya, " jelas Najib sembari menunjukkan bagian dapur di rumah Gajah Baliku. (*)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help