Kriminalitas Tanahlaut

Simson Tega Tebas Istri, Pelaku Sering Menyendiri dan Mengaku Dengarkan Bisikan

Apa motif pelaku hingga tega membunuh istrinya? Polisi masih mendalami berdasarkan keterangan pelaku dan saksi teman kerja dan saudara pelaku.

Simson Tega Tebas Istri, Pelaku Sering Menyendiri dan Mengaku Dengarkan Bisikan
Tribun Lampung/Bayu
ILUSTRASI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Simson Sonlay (31) menjalani proses penyidikan di Mapolsek Batuampar, wilayah hukum Polres Tanahlaut. Itu karena perbuatannya menghabisi istrinya, Yuliani Setio (30) yang sedang hamil muda.

Warga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu terancam melanggar pasal 338 KUHP karena dengan sengaja menghabisi nyawa istrinya. Sekitar empat saksi hingga lima saksi dimintai keterangan di Mapolsek Batuampar, Rabu (4/10/2017) siang.

Apa motif pelaku hingga tega membunuh istrinya? Polisi masih mendalami berdasarkan keterangan pelaku dan saksi teman kerja dan saudara pelaku.

Baca: Heboh Lontong Orari, Dinas Pariwisata Minta Ini pada Pemiliknya

Informasi dihimpun, motif pelaku mengalami depresi menguat karena sejumlah saksi yang berhasil ditemui sebelum memberikan keterangan kepada polisi mendengar pelaku sering diam sendiri.

Istri pelaku sebelum tewas bercerita kepada sejumlah warga sekitar bahwa dalam beberapa hari, pelaku sering menyendiri dan mengaku mendengar bisikan. Sebentar-sebentar membuka jendela melihat keluar.

Baca: Heboh Keluhan Harga Lontong Orari, Warganet: Tagihan Rp 1,5 juta Diprotes Jadi Rp 900 ribu

Itu sebelum peristiwa pembunuhan pelaku terhadap istrinya di mess karyawan perkebunan kelapa sawit di Lokbungur RT 18 Desa Damit Hulu, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (3/10/2017) sekitar pukul 21.30 Wita.

Pelaku diketahui merupakan buruh harian lepas panen buah kelapa sawit. Sengaja merantau dari Kota Sampit Kalimantan Tengah, bekerja sekitar empat bulan ini di perkebunan kelapa sawit milik PT GMK Kebun Barat.

Kapolsek Batuampar Iptu Darso dikonfirmasi membenarkan bahwa motif pelaku membunuh korban sementara diduga karena cemburu dan depresi. Cemburu sangat mungkin, menurut Darso karena akhir pekan ini, korban berniat pergi menengok kerabatnya di Kota Sampit, Kalimantan Tengah.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved