Kampusiana

Soal Mahasiswa ULM Berbisnis Anemon, Prof Ahsin Ungkapkan Hal Mengejutkan!

Hewan laut dalam puluhan akuarium itu mereka kembangkan di sebuah ruang berukuran 5x10 meter persegi di Gedung 2 ULM Banjarbaru

Soal Mahasiswa ULM Berbisnis Anemon, Prof Ahsin Ungkapkan Hal Mengejutkan!
dokumen
Banjarmasin Post edisi Kamis (5/10/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sambil membersihkan sekitar 20 akurium, Puspita Wati bercanda dengan teman-temannya. Para mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu pun berdiskusi mengenai perkembangan anemon, yang mereka pelihara.

Hewan laut dalam puluhan akuarium itu mereka kembangkan di sebuah ruang berukuran 5x10 meter persegi di Gedung 2 ULM Banjarbaru. Di setiap akuarium diisi 2-3 anemon.

Duduk di depan laptop sambil mengawasi para mahasiswanya, Prof Ahsin menjelaskan kepada Bpost bahwa anemon sangat digemari pasar ekspor untuk dijadikan ornamen akuarium.

Satu anemon jenis karpet merah dapat mencapai Rp 3,5 juta.

Mengingat tingginya harga dan permintaan pasar, biota ini diburu para nelayan secara berlebihan. Akibatnya populasi anemon di Indonesia mengalami degradasi yang sangat serius.

Oleh karena itu Ahsin mencoba mengembangkan teknologi reproduksi benih sehingga anemon laut bisa dibudidayakan.

“Budidaya anemon ini sekaligus melakukan perbaikan terhadap terumbu karang. Karena anemon menempel pada substrst keras seperti karang mati dan hancur,” ucapnya.

Dengan luasnya kawasan terumbu karang yang rusak, semakin luas lokasi yang bisa digunakan untuk budidaya anemon.

Melalui serangkaian riset, teknologi reproduksi anemon secara aseksual telah ditemukan Ahsin dan didaftarkan patennya kepada Kemenkumham.

Oleh karena keseriusannya meneliti anemon sejak 2003, Ahsin mendapat berbagai hibah riset. Dia pun mulai mengembangkan bisnis anemon laut pada tahun ini.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved