BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Utara

Petani Ini Berharap Kemarau Masih Lama, Lho Kenapa?

Salah satu Desa yang sudah mulai panen adalah Desa Pasar Senin, beruntung karena mereka sudah bisa panen sebelum musim penghujan tiba.

Petani Ini Berharap Kemarau Masih Lama, Lho Kenapa?
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Sebagian petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang sudah mulai tanam sejak bulan Juni lalu sudah dapat memanen padi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sebagian petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang sudah mulai tanam sejak bulan Juni lalu sudah dapat memanen padi. Pertanian yang ditanam di lahan bukan rawa dalam sehingga lahan bisa kering lebih cepat. Karena pasalnya seluruh petani lahan lebak baru selesai tanam pada pertengahan September lalu.

Salah satu Desa yang sudah mulai panen adalah Desa Pasar Senin, beruntung karena mereka sudah bisa panen sebelum musim penghujan tiba. Mengingat akhir akhir ini curah hujan sudah mulai sering.

Seperti yang diungkapkan Rahmani, warga Desa Pasar Senin yang juga tergabung dalam kelompok tani. Dirinya mulai memanen padi di sebagian lahan miliknya, dan berharap musim kemarau lebih lama agar lahan tidak banjir dan bisa panen dengan hasil yang baik.

Baca: Ratu Kucing Amuntai Tidak Sendiri, Perempuan Ini 26 Tahun Pelihara Ribuan Kucing

Dari enam kelompok tani di Desa Pasar senin memang sebagian masih ada yang belum bisa dipanen, diperkirakan pada bulan November baru bisa panen. "Semoga kemarau masih lama, supaya proses panen dan pengeringan gabah lebib mudah," ujarnya.

Kelompok tani di Desa Pasar Senin tahun lalu mendapatkan bantuan mesin pemanen padi yaitu crown combine yang memudahkan petani untuk memanen padi. Baru bisa digunakan tahun ini karena tahun lalu padi tak sempat dipanen karena terkena banjir.

"Lebih mudah dan menghemat tenaga panen menggunakan mesin, dalam sehari bisa memanen satu hektar padi meskipun sendirian," ujarnya.

Baca: ‘Ratu’ Kucing Asal Amuntai - Piaraannya Dikasih Ikan Puyau Plus Nasi, Sehari Habis 1 Kilogram

Terpisah penyuluh pertanian Purnama Kusumaya mengatakan bantuan mesin pemanen padi bisa digunakan untuk seluruh kelompok tani secara bergantian.

Mesin pemanen padi bisa digunakan untuk memotong batang padi, merontokkan padi dan memasukkan gabah kedalam karung. "Seluruh petani yang tergabung dalam kelompok tani diajari untuk mengoperasikan mesin pemanen padi," ujarnya.

Baca: ‘Ratu’ Kucing Asal Amuntai Ini Piaraannya 500 Ekor, Profesinya Hanya Penjual Es Blender

Dan masa tanam sudah diperkirakan bisa panen sebelum akhir tahun, lahan dibuat pengairan agar cepat kering dan tidak mengganggu pertumbuhan padi.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help