BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Tengah

Pot Bunga Pun Dilarang Ada di Trotoar, Tapi Kok Pemkab HST Malah Melanggar?

Pantauan BPost Online, puluhan pot bunga berukuran besar, diletakkan persis di tengah trotoar sepanjang jalan tersebut.

Pot Bunga Pun Dilarang Ada di Trotoar, Tapi Kok Pemkab HST Malah Melanggar?
Banjarmasinpost.co.id/hanani
Satu titik trotoar, yaitu di Jalan Perwira sekitar Kantor Bupati HST, terdapat pot bunga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pembangunan apapun di tepi jalan maupun di atas trotoar yang mengganggu fungsi jalan atau trotoar untuk kepentingan pribadi, melanggar Undang-undang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Nomor 22 Tahun 2019. Pemkab HST pun memiliki Perda Nomor 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ketertiban dan Ketenteraman Masyarakat.

Pasal 37 ayat 2 Perda tersebut menyebutkan, “Setiap orang dilarang berdagang, berusaha di bagian jalan, trotoar, halte dan jembatan penyeberangan.

Selanjutnya, pasal 33 menyebutkan, “setiap orang atau badan, dilarang memasang spanduk,banner, baliho dan sejenisnya di media jalan, pinggir jalan dan atas trotoar tanpa izin Bupati atau pejabat yang berwenang.

Baca: ‘Ratu’ Kucing Asal Amuntai Ini Piaraannya 500 Ekor, Profesinya Hanya Penjual Es Blender

Satpol PP HST, saat ini gencar menertibkan trotoar dari bangunan dan spanduk serta baliho dan banner. Namun, satu titik trotoar, yaitu di Jalan Perwira sekitar Kantor Bupati HST, terdapat pelanggaran yang dilakukan Pemkab HST sendiri.

Pantauan BPost Online, puluhan pot bunga berukuran besar, diletakkan persis di tengah trotoar sepanjang jalan tersebut.

Pot itu cukup mengganggu, jika berjalan kaki melewati trotoar. Apalagi, jenis tanaman dalam pot adalah bougenvile atau kembang kertas, yang merupakan tanaman berduri. Selain pot bunga, sejumlah kotak sampah cukup besar yang diletakkan di atas trotoar, di sekeliling lapangan Dwiwarna.

Aang Maturidi, warga Matang Ginalon Barabai mengatakan, meski peletakan bungan dalam pot maupun bak sampah di atas trotoar itu bertujuan mempercantik lingkungan setempat serta memudahkan masyarakat membuang sampah, namun posisinya di atas trotoar tidak tepat.

“Apalagi, kawasan ruang terbuka hijau itu jadi area public tiap Minggu pagi, ajang car free day. Mestinya, trotoar bisa jadi tempat yang nyaman untuk berjalan kaki, atau jalan santai, di saat jalan dipakai buat jogging,”kata Maturidi. Dia menyatakan apresiasi atas upaya Pemkab HST yang selama ini menertibkan trotoar, dan ingin mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki. Namun, disesalkan pula, jika pelanggaran itu dilakukan kalangan pemerintahan sendiri.

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help