BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

Hoax Sama dengan Fitnah dan Ghibah, Umat Diminta Bijak Sebar Informasi

Dengan kemudahan dan kecanggihan elektronik khususnya dunia maya ini semakin membuat sulit menangkal untuk penyebaran berita hoax.

Hoax Sama dengan Fitnah dan Ghibah, Umat Diminta Bijak Sebar Informasi
Serambi Ummah Edisi Jumat (6/10/2017) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Foto dan video Gunung Agung di Karangasem Bali yang meletus, beredar luas. Warganet pun gempar. Tidak lama kemudian BNPB langusng membantah beredarnya foto yang memuat letusan gunung tersebut.

Karena itu lah BNPB kemudian langsung membuat bantahan dan membuat rilis dan imbauan agar jangan mudah terhasut oleh berita berita bohong alias hoax.

Itulah gambaran yang terjadi dewasa ini. Dengan kemudahan dan kecanggihan elektronik khususnya dunia maya ini semakin membuat dunia ini sulit ditangkal untuk penyebaran berita hoax.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Kalsel, HM Hawari, Kamis (5/10) menjelaskan bahwa untuk kewenangan internet ini menyaringnya adalah di tingkatan pusat, semua terfokus di Kemenkominfo. Oleh karena itu di Kalsel ini hanya bisa mengusulkan ke pusat untuk menyaring dan memblokir situs yang menyebarkan hoax.

"Kami memonitor perkembangan dan media masa di Kalsel ini dan hanya memonitor saja, kalau blokir itu kewenangan pusat," kata HM Hawari.

Baca juga: Resmi Dibekukan BI, Pimpinan Paytren Yusuf Mansyur Kalsel Tetap Ajak Masyarakat Jadi Anggota

Disebutkan Hawari hingga kini, belum ada Kalsel untuk merekomendasikan situs atau media sosial ke Kemenkominfo. "Belum ada sejauh ini. Kami tidak diberikan kewenangan untuk menangkal, dan oleh karena itu kita masih menunggu saja, dan pusat semuanya terfokusnya untuk menangkal tersebut," kata Hawari.

Hawari menejlaskan sejauh ini Diskominfo Kalsel, melakukan sosialisasi dan menginformasikan ke masyarakat agar jangan dipercaya dan jangan diikuti jika berita hoax di media sosial. Karena itu kita melalui radio dan media untuk menghindari berita hoax.

"Termasuk kita sosialisasikan bagaimana caranya kita menggunakan internet secara postif ke pelajar pelajar se-Kalsel dan itu sudah kami laksanakan, dan banyak yang sudah kami berikan penyampaian sosialisasi ini," kata Hawari.

Dia juga mengingatkan dengan acaman hukuman dan berat maka Hawari menegaskan agar jangan ikut menyebarkan berita yang hoax. "Termasuk kami menyosialisasikan kepada kelompok, dan anggota anggota komunitas yang ada di Kalsel," kata dia.

Warga juga perlu mengingat bahwa memviralkan berita yang belum jelas sumbernya seperti halnya menyebar fitnah dan ghibah terhadap hal yang diberitakan. Karena tidak sekadar meyakini, namun lebih jauh juga menyebarkan berita yang belum jelas muaranya dari mana. Rasulullah bersabda : ”Kecelakaanlah bagi orang yang mengucapkan (kata-kata) di antara dua cabangnya, tetapi dia tidak bertafakur tentangnya” (HR. Ibnu Hiban). (lis)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help