BanjarmasinPost/

Berita Tanahlaut

Wah, 63 Desa di Sepuluh Kecamatan Tanahlaut Jadi Lokasi Pertanian Kedelai

Sebanyak 63 Desa dari sepuluh kecamatan di Kabupaten Tanahlaut menjadi lokasi sasaran pelaksanaan pengembangan komoditas kedelai.

Wah, 63 Desa di Sepuluh Kecamatan Tanahlaut Jadi Lokasi Pertanian Kedelai
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Teleconference melalui Laptop dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut dengan Kementerian Pertanian di lokasi pencanangan tanam perdana kedelai di Gunung Kayangan, Kecamatan Pelaihari, Jumat (6/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sebanyak 63 Desa meliputi sepuluh kecamatan di Kabupaten Tanahlaut ditetapkan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut menjadi lokasi sasaran pelaksanaan pengembangan komoditas kedelai.

Itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahlaut, Syahrian Nurdin mewakili Bupati Tanahlaut pada pencanangan tanam perdana kedelai di areal seluas lima hektare di Gunung Kayangan, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Jumat (6/10/2017).

Pemerintah memberikan fasilitas kemudahan untuk pemasaran kedelai yang dihasilkan para petani melalui regulasi penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) yang mengacu kepada harga Permendag RI, sebesar Rp 8.500 per kilogram.

Dalam acara pencanangan tanam perdana di lahan pemerintah Kabupaten Tanahlaut di Gunung Kayangan, Sekretaris Daerah Tanahlaut, Syahrian Nurdin, berbagi handset dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut, Akhmad Mustahdi.

Keduanya melakukan teleconference dengan Kementerian Pertanian di Jakarta melalui laptop. Itu karena mesin genset diduga tak kuat mendukung sambungan jarak jauh itu melalui layar lebar.

Informasi dihimpun, teleconference itu dilakukan karena hari itu secara serentak di 20 Provinsi se-Indonesia dilaksanakan penanaman perdana kedelai.

Di provinsi Kalsel ini, Kabupaten Tanahlaut yang mendapatkan kepercayaan menerima program nasional swasembada kedelai yang masa tanam dilaksanakan Oktober 2017 hingga Maret 2018.

Basri, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura menjelaskan pengembangan tanaman kedelai di Kabupaten Tanahlaut didanai oleh APBN Perubahan 2017.

Menurut Basri, pelaksanaan pengembangan tanaman kedelai APBN -P 2017 itu seluas 9000 hektare. Jumlah baru terdaftar, calon petani dan calon lokasi sekitar 7.850 hektare.

"Tahun ini, jumlah bantuan sosial per hektare Rp 1.2 juta. Dana itu diperuntukan pembelian sarana produksi penanaman kedelai, seperti benih kedelai, Rhizoboim, pupuk urea, pestisida atau insektisida dan herbisida," katanya. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help