BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Tengah

Pedagang Apam Barabai Pilih Jualan di Sepanjang Jalan Antasari-HM Syarkawi, Ini Penyebabnya

Sejumlah pedagang apam di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kini bermunculan di pinggir jalan Antasari hingga

Pedagang Apam Barabai Pilih Jualan di Sepanjang Jalan Antasari-HM Syarkawi, Ini Penyebabnya
istimewa via BANJARMASINPOST.co.id/hanani
Pedagang apam Barabai. Foto diambil Oktober 2017 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Sejumlah pedagang apam di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kini bermunculan di pinggir jalan Antasari, hingga Jalan HM Syarkawi.

Mereka memilih berdagang di pinggir jalan, karena saat ini akses berjualan di pasar tertutup PKL lainnya.

Sejak pembangunan pasar tradisional moden, tepi jalan, hingga tengah jalanmenuju Pasar Hanyar ditempati pedagang buah dan sayur.

“Karena tak cukup tempat memasang tenda di pasar, kami berjualan di pinggir jalan ini. Lagi pula, pembeli lebih mudah karena bisa sambil mengendarai sepeda motor atau mobil, bisa mampir, tanpa parkir. Terutama pembeli dari Tabalong atau Balangan, yang hendak ke Banjarmasin," ungkap sejumlah pedagang apam, kepada BPost Online.

Namun, mulai maraknya pedagang apam di sepanjang tepi jalan nasional itu, mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten, yang khawatir kawasan jalan tersebut menjadi kumuh, hingga mengganggu arus lalu lintas. Pemkab HST melalui Satpol PP pun melaksanakan operasi penertiban.

Penertiban tersebut sempat mendapat protes dari para pedagang.

Mereka meminta, agar pemerintah mencarikan solusi, agar pedagang kue tradisional khas Barabai tersebut bisa memasarkan apam dengan mudah.

“Kalau di pasar, tempatnya tak cukup,”ungkap salah satu pedagang apam. Meski di larang berjualan di pinggir jalan nasional, apalagi di atas trotoar, sebagian pedagang Minggu (8/10/2017) masih ada yang tetap berjualan di tempat tersebut.

Bupati HST H Abdul Latif, melalui Kabag Humas PemkaB HST, Ramadan, menjelaskan, PemkaB HST berencana membangun tempat khusus untuk pedagang apam.

Mengenai lokasinya, kata Ramadan, dicarikan tempat strategis agar pembeli dari luar daerah bisa mudah mencarinya, tanpa menggangu jalan umum.

“Pemkab HST melalui Dinas Permukiman masih mengupayakan pembebasan lahan. Tunggu saja, dan semoga bisa lebih cepat agar tak ada lagi yang menggunakan trotoar atau tepi jalan untuk berjualan. Karena fungsi trotoar itu untuk pejalan kaki,”kata Ramadan. (BANJARMASINPOST.co.id/hanani)


Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help