BanjarmasinPost/

Berita Tanahlaut

Tambang Emas Rambah Tahura, Cemari Sungai Riamadungan, Begini Tanggapan Kadis Kehutanan Kalsel

Warga menduga bahan pertambangan emas mencemari air sungai Riamadungan, Kintap, sehingga airnya berubah tak jernih lagi.

Tambang Emas Rambah Tahura, Cemari Sungai Riamadungan, Begini Tanggapan Kadis Kehutanan Kalsel
Istimewa
Tambang emas rambah kawasan hutan Tahura 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dampak pertambangan emas di kawasan taman hutan raya (Tahura) Sultan Adam yang berbatasan dengan Desa Riamadungan, Kecamatan Kintap, dikeluhkan.

Itu karena warga menduga bahan pertambangan emas itu mencemari air sungai Riamadungan sehingga airnya berubah tak jernih lagi.

Selain itu, banyak ranting kayu yang diduga hasil pembukaan areal pertambangan emas itu larut dibawa air memenuhi sungai Riamadungan.

Informasi warga setempat, aktivitas pertambangan emas itu sudah dimulai sekitar empat bulan terakhir.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol mengaku belum mengetahui adanya aktivitas pertambangan emas di wilayah Tahura Sultan Adam.

"Saya akan cek lokasi itu. Kalau kita temukan peralatan tambangnya akan kita angkut. Jika tidak bisa kita musnahkan alat mereka, seperti di wilayah Kahong," kata pria yang juga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (8/10/2017). (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help