BanjarmasinPost/

Berita Tanahlaut

Wah, Pantai Batakan Kini Ada Wahana Naik Kuda Delman, Kusirnya Para Bocah Lho

Yuda, warga Kota Banjarbaru ingin menikmati naik delman di pesisir pantai Batakan. Ia mendengar kini ada wahana delman.

Wah, Pantai Batakan Kini Ada Wahana Naik Kuda Delman, Kusirnya Para Bocah Lho
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Seorang anak berusia belasan tahun menjadi kusir delman berkeliling mengajak pengunjung pantai Batakan, Minggu (8/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Yuda, warga Kota Banjarbaru ingin menikmati naik delman di pesisir pantai Batakan. Ia mendengar jika di pantai Batakan ada wahana delman.

"Adakah kuda delman di pantai Batakan. Kemarin aku ke pantai itu tidak ada kuda. Itu pantai Takisung. Dimana ya arah jalan menuju pantai Batakan," katanya, Minggu (8/10/2017).

Yuda selama ini hanya mengenal pesisir pantai itu di Takisung dan pesisir sungai di Kota Banjarmasin.

Delman di Pantai Batakan itu sama persis dengan delman yang ditarik seekor kuda berkeliling mengitari perkantoran dan taman terbuka hijau Idaman, Kota Banjarbaru.

Di pantai Batakan juga ada delman. Pembedanya di Kota Banjarbaru, kusir delmannya orang dewasa. Di pantai Batakan, kusirnya anak-anak berusia belasan tahun.

Ada belasan delman beroperasi menunggu pengunjung yang ingin menyusuri pantai dibawah naungan rindang pohon pinus pesisir pantai Batakan.

Ongkos naik delman itu cuma, Rp 10 ribu perorang. Delmannya mampu memuat enam orang. Kalau badan gemuk berdesakan. Ingin longgar cukup empat orang saja.

Wahana delman itu satu dari sejumlah kegiatan wisata di pantai Batakan. Ingin berkuda sendirian juga bisa menyewa.

Suriansyah, warga pesisir pantai Batakan usaha delman itu sudah banyak warga Desa Batakan yang melakoni sebagai bisnis.

Ia mengaku tak jarang pengunjungi pantai ada yang berani membayar Rp 100 ribu, datang hanya ingin mengetahui siklus birahi kuda.

"Mereka hanya untuk melihat bagaimana kuda berhubungan badan," katanya tertawa mengisahkan polah tingkah pengunjung pantai Batakan.

Ketua Kelompok Tani Jakasuma di Desa Telaga menjelaskan sejarah inseminasi buatan itu justru awalnya dilakukan terhadap kuda Arab.

"Saat ini sudah dilakukan pada hewan ternak jenis sapi, domba, kambing dan jenis ternak unggas , seperti ayam," katanya. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help