BanjarmasinPost/
Home »

Video

NEWSVIDEO

Ini Penjelasan Disnakertrans Kalsel Terkait Banyaknya Izin Tenaga Kerja Asing yang Kedaluwarsa

Akan tetapi, sangat disayangkan ternyata dari ratusan tenaga kerja asing tersebut diduga memiliki Izin kadaluarsa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalimantan Selatan ternyata menjadi "idola" bagi Tenaga Kerja Asing (TKA). Buktinya, terdata ada sebanyak 465 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Banua.

Akan tetapi, sangat disayangkan ternyata dari ratusan tenaga kerja asing tersebut diduga memiliki Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA)-nya kedaluwarsa.

Bahkan data yang dimiliki oleh Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menandai sedikitnya ada 144 tenaga Kerja Asing yang IMTA nya kedaluwarsa. Masa berlaku IMTA-nya ada yang lewat dari satu tahun dan ada yang beberapa bulan.

Banyaknya tenaga kerja asing yang tidak melaporkan perpanjangan IMTA nya di Kalsel, menjadi perhatian serius pihak disnakertrans.

Kadisnakertrans Prov Kalsel, Antonius Simbolon melalui Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Disnakertrans Provinsi Kalsel, Wahyuddin Noor, Senin (9/10/2017) mengatakan data yang mereka miliki merupakan hasil rekapitulasi dari berbagai perusahaan yang melaporkan kondisi update IMTA nya.

"Iya benar itu bahwa ada total sebanyak 144 yang IMTAnya kedaluarsa. Ada kemungkinan, mereka (para TKA) melakukan perpanjangan di Pusat, hanya saja mereka melalui perusahaan tidak melapor ke Disnakertrans Prov Kalsel sehingga data yang ada di Dinas mereka diberikan tanda merah karena IMTA nya kedaluarsa. Yang kedua bisa jadi TKA nya sudah balik ke negaranya. Namun ya tetap juga karena perusahaannya tidak melapor secara rutin maka tetap Disnakertrans ini data mereka kedaluwarsa jadinya," Wahyuddin Noor.

Karena itu, sambung Wahyuddin Noor terkait banyaknya IMTA kedaluwarsa ini akan dikonfirmasi ulang ke pihak perusahaan mengapa hal ini bisa tidak melaporkan ulang.

"Akan mengklarifikasi hal ini ke pihak perusahaan, dan kami dalam waktu dekat ini akan kami panggil terkait data ini," kata Wahyuddin Noor.

Tiga perusahaan terbanyak yang TKA nya kedaluwarsa dalam hal IMTA nya diduga PT Merge Mining Insutries yang berkolasi di Kabupaten Banjar sebanyak 116 TKA, dan perusahaan kedua yakni PT Coch South Kalimantan Cement sebanyak 27 TKA, dan PT Wijaya Tri Utama Plywood Industries sebanyak sembilan TKA. (banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help