Berita HSU

Pasar Mebel Terpaksa Menempati Lahan Aset Provinsi, Pembangunan Pasar Rupanya Terkendala Ini

Pemkab HSU sebelumnya sempat berencana akan membangun pasar mebel yang saat ini ada di Desa Muara Tapus Kecamatan Amuntai Tengah, tapi dibatalkan

Pasar Mebel Terpaksa Menempati Lahan Aset Provinsi, Pembangunan Pasar Rupanya Terkendala Ini
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Kondisi Pasar mebel di Amuntai Tengah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pemkab HSU sempat akan membangun pasar mebel yang saat ini ada di Desa Muara Tapus Kecamatan Amuntai Tengah.

Namun hal tersebut terpaksa diurungkan karena proses hibah tanah dari Pemerintah Provinsi masih belum terlaksana. Pasalnya lahan yang berdekatan dengan pasar rakyat tersebut masih dimiliki oleh Pemerintah Provinsi. Anggaran yang tersedia dari pemerintah pusat akhirnya urung digunakan untuk pembangunan pasar mebel.

Pasar mebel yang merupakan hasil pembuatan oleh warga HSU saat ini dijual di pasar dengan tempat yang dibangun sendiri oleh para pedagang. Plt Sekda Kabupaten HSU Suyadi mengatakan pihaknya memang pernah mengajukan usulan untuk hibah lahan agar pasar tersebut bisa dikembangkan.

Karena mebel dari kayu dan aluminium asal HSU telah dikenal oleh banyak orang termasuk dari luar daerah. "Sebagian pengrajin menjual langsung di tempat pembuatan, sebagian lagi menggunakan jasa tengkulak yang dijual dipasar," ujarnya.

Diakuinya bangunan pasar mebel memang masih belum layak karena pedagang harus membangun sendiri meski tanpa dinding, dan mebel tak bisa dipajang terlalu lama dipasar karena dapat merusak kualitas barang.

"Jika dikembangkan akan menjadi keunggulan Kabupaten HSU sebagai produsen barang mebel aluminium dan kayu," ungkapnya.

Terpisah Bupati HSU Abdul Wahid mengatakan pembangunan pasar memang telah diupayakan namun masih terkendala hibah lahan.

Namun menurut dirinya kedepan pembangunan pasar akan dilakukan di belakang lahan milik provinsi, dan lahan tersebut dialihkan menjadi halaman untuk parkir karena statusnya masih pinjam pakai.

"Pasar bisa terbangun dengan lahan milik daerah, dan halaman pasar semakin luas menggunakan lahan pasar yang ada saat ini," ujarnya. (*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help