Berita Kabupaten Banjar

Sehari Dariansyah Olah 60 Kg Jengkol

Turunnya harga bahan mentah buah jengkol membuat pengrajin jengkol kini bisa mengolah kembali jengkol.

Sehari Dariansyah Olah 60 Kg Jengkol
hari widodo
Nur Bahagia tampak membersihkan jengkol yang telah dimasak dan siap untuk dipasarkan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Usaha kerajinan pengolahan jengkol di Desa Pingaran Ilir kecamatan Astambul Kabupaten Banjar kembali bergeliat setelah sebelumnya sebagian sempat terhenti.

Turunnya harga bahan mentah buah jengkol membuat pengrajin jengkol kini bisa mengolah kembali jengkol. Terlihat, sebagian besar pengrajin jengkol di desa setempat sibuk mengolah jengkol.

Dariansyah dan istrinya Nur Bahagia diantaranya yang terlihat sibuk mengolah jengkol menjadi makanan yang tentu disukai warga banua.

Menurut Dariansyah, saat ini harga bahan baku jengkol mentah sudah turun yakni hanya Rp10 ribu perkilogram.

Tentu saja, penurunan harga jengkol ini melegakan warga Pingaran Ilir yang sebagian besar menggeluti usaha pengolahan jengkol.

Usaha kerajinan pengolahan jengkol di Desa Pingaran Ilir
Usaha kerajinan pengolahan jengkol di Desa Pingaran Ilir (hari widodo)

"Iya, sekarang semua pengrajin jengkol sudah kembali beraktifitas mengolah buah jengkol. Soalnya, bahan bakunya sudah melimpah dan harganya murah hanya Rp10 ribu perkilogram," ujar Dariansyah.

Sebelumnya harga jengkol sempat melambung seharga Rp50 ribu sampai Rp60 ribu perkilogram. Itupun, buah jengkolnya jarang sekali hanya ada dari hulu Barito daerah Purukcahu.

Itu pun, untuk citarasa jengkol barito masih kurang. Hanya saja, untuk ukuran jengkol dari hulu Barito besar-besar.

"Rasanya lebih pahit dan ganyol apalagi yang muda," ungkapnya.

Sekarang ini, buah jengkol dari pengaron, kiram, sungaipinang termasuk Pelaihari melimpah. Citarasa jengkolnya pun lebih lezat.

Dia dan warga Pingaran Ilir mengolah jengkol dari tempat-tempat tersebut. Karena harganya murah jualan jengkol yang masak pun bisa lebih murah.

Sekaramg ini, sepuluh tangkup jengkol dijual hanya Rp10 ribu. Jauh dibanding ketika jengkol masih mahal bulan sya'ban tadi bisa sampai Rp50 ribu persepuluh tangkup.

"Makanya ramai jualannya sehari bisa mengolah sampai 60 kg jengkol. Bahkan kalau minggu bisa sampai 100 kg. Kami jual ke Banjarmasin dan juga di Martapura," katanya.

Penulis: Hari Widodo
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help