Kriminalitas Tanahlaut

Wah, Bandar Arisan Online Satu Bulan Raup Untung Rp 50 Juta

Keuntungan terdakwa kasus arisan online, Irmi Ridha satu bulan mencapai Rp 50 juta.

Wah, Bandar Arisan Online Satu Bulan Raup Untung Rp 50 Juta
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Terdakwa Irmi Ridha, bandar arisan online yang menggegerkan warga Kecamatan Kintap dikawal staf jaksa meninggalkan ruang sidang utama Pengadilan Negeri Pelaihari didampingi penasihat hukumnya, Selasa (10/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keuntungan terdakwa kasus arisan online, Irmi Ridha satu bulan mencapai Rp 50 juta. Itu dikatakan terdakwa saat ditanyai halim anggota, Leo Mampe Hasugian, Selasa (10/10/2017).

Hari itu agenda sidang majelis yang dipimpin Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho dan dua hakim anggota Leo Mampe Hasugian dan Riana Kusumawati mendengarkan keterangan terdakwa.

Menurut terdakwa, sekitar April 2017, Dana arisan online tak lagi ditransfer kepada bandarnya yang disebut bernama Hajjah Mirna di Binuang, Kabupaten Tapin.

Baca: Sidang Arisan Online Kintap, Puja Alami Kerugian Setengah Miliar Rupiah  

Kemudian, Mei hingga diamankan, polisi pada Juli 2017, terdakwa mengaku mengelola dana nasabah arisan online hingga mampu membeli mobil. "Satu bulan meraih Rp 50 juta dari setoran dana nasabah," katanya.

Pengacara terdakwa, Adam Parawansa Shabubakar menjelaskan bahwa kleinnya bukan satu-satunya dalam bisnis arisan online. Siapa yang lain? Adam berjanji akan menyampaikan dalam sidang pembelaan.

Menurut Adam, hal yang meringankan terdakwa sudah mengaku dan menyesali perbuatannya. "Terdakwa bukan satu-sarunya dalam arisan online ini," katanya.

Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Indra Surya Kurniawan mengaku pekan depan agendanya pembacaan tuntutan terhadap terdakwa.

"Sesuai pasal yang didakwakan itu pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Sepertinya tuntutan nanti itu terdakwa melanggar pasal 378 KUHP seperti dakwaan pertama," katanya.

Menurut Indra, masyarakat perlu waspada dan curiga jika ada investasi atau arisan atau pengelolaan keuangan yang menjanjikan keuntungan.

"Warga boleh memastikan jika ada pengelolaan keuangan serupa arisan online itu kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika ternyata pengelola dananya disimpan di bank, juga pastikan dengan Lembaga Penjamin Simpanan," katanya.

Irmi diamankan jajaran Polres Tanahlaut dari rumah tinggalnya di Kota Banjarbaru. Itu setelah polisi membawa Arbayah alias Diang, reseller Irmi di Kecamatan Kintap.

Terdakwa Irmi dan terdakwa Arbayah dilaporkan korban, Mahfuzah Khairina alias Puja yang mengaku menderita kerugian dana ratusan juta rupiah dari nasabah yang merupakan keluarga dan kerabatnya di Kecamatan Kintap.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved