Kriminalitas Tanahlaut

Inilah Imbauan Wakapolres Tanahlaut Terhadap Guru dan Orangtua Siswa SDN Pelaihari 7

Iwan Hidayat menjelaskan tidak ada fakta bahwa korban memukul anak didiknya dengan sapu lidi sesuai keterangan terdakwa.

Inilah Imbauan Wakapolres Tanahlaut Terhadap Guru dan Orangtua Siswa SDN Pelaihari 7
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Wakapolres Tanahlaut Kompol Iwan Hidayat berdialog dengan tersangka pengeroyok guru SDN Pelaihari 7, Suprihatin di Aula Rupatama Mapolres Tanahlaut, Rabu (11/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus kekerasan orangtua siswa terhadap seorang guru di sekolah dasar di Kelurahan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, kali pertama dilaporkan dan disidik polisi.

Itu dikatakan Wakapolres Tanahlaut Kompol, Iwan Hidayat saat menjelaskan penetapan tersangka terhadap kedua orangtua siswa yang menghakimi Suprihatin, guru di SDN Pelaihari 7 di Jalan Datu Daim.

Menurut Iwan, pemukulan guru terhadap siswa sesuai penuturan kedua tersangka itu tidak ada faktanya. Hanya pengakuan anak korban yang langsung disikapi kedua tersangka.

Baca: Pengakuan Tersangka Pengeroyok Guru SDN Pelaihari 7, Ternyata Niatnya Cuma Ini

"Itu tidak ada faktanya, hanya keterangan anak kepada orangtuanya yang disikapi dengan emosional," kata Iwan Hidayat, Rabu (11/10/2017).

Iwan Hidayat menjelaskan tidak ada fakta bahwa korban memukul anak didiknya dengan sapu lidi sesuai keterangan terdakwa.

"Itu hanya keterangan anak kepada orangtuanya yang disikapi dengan emosional," katanya.

Iwan Hidayat berharap agar para guru patuhi kaidah dan etika sebagai pendidikan zaman ini. imbau serupa agar para orangtua siswa sebaiknya mengajarkan buah hatinya beretika serta berperilaku yang sopan dan santun, terutama terhadap guru.

Baca: Ada 7 Fakta Penggerebekan Pasangan Mesum di Musala, No 5 Sudah Kebelet dan Main Berdiri Pun Oke

Terpisah, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanahlaut, menurun tim untuk mendalami keterangan orangtua siswa.

"Saya sudah perintahkan kabid perlindungan anak untuk memastikan kebenaran kekerasan yang terjadi terhadap anak didik di SDN Pelaihari 7. Bagaimanapun pendidikan tidak boleh ada kekerasan fisik," kata Luffiati Uyun, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tanahlaut.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved