BanjarmasinPost/

Kriminalitas Banjarmasin

Kasus Zenith, Sang Perwira Menginap di Rutan, Polisi Masih Menyidik Keterlibatan Oknum Lain

Penyidikan kasus ratusan obat tanpa izin edar Carnophen yang bernilai Rp10 miliar lebih yang ditemukan petugas Reserse Mobile

Kasus Zenith, Sang Perwira Menginap di Rutan, Polisi Masih Menyidik Keterlibatan Oknum Lain
irfani rahman
Barang bukti Zenith di Truk yang di parkir di Polda Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyidikan kasus ratusan obat tanpa izin edar Carnophen yang bernilai Rp10 miliar lebih yang ditemukan petugas Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Kriminal Umum Polda Kalsel di sebuah rumah toko di Jalan A Yani Km5,5 Banjarmasin saat ini terus berlanjut.

Petugas masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap beberapa pihak baik Iptu Mahmuda, serta beberapa pihak yang kedapatan membeli. Bahkan perkembangan akhir, kabarnya Iptu Mahmuda telah ditahan oleh penyidik di rumah tahanan (rutan Polda Kalsel).

Wakil Kepala Polisi Daerah Kalimantan Selatan Kombes M Nasri yang dikonfirmasi mengiyakan bahwa sang oknum perwira telah ditetapkan oleh penyidik menjadi tersangka,

Baca juga: Pasangan Mesum Tertangkap Telanjang di Musala, Awalnya Cuma Kencing Jadi Bercinta

Nasri pun mengiyakan bahwa yang bersangkutan telah ditahan. Disinggung kenapa sang oknum itu dijadikan tersangka dalam kasus ini, Nasri mengatakan karena obat tersebut dalam penguasaan yang bersangkutan,

Apakah ada oknum-oknum lainnya yang terlibat dan bagaimana jika ada? Mantan Direktur Krimsus Polda mengatakan hal tersebut masih dalam penyidikan petugas.

Sementara itu untuk barang bukti berupa 366 koli carnophen zenit sudah berada di Polda Kalimantan Selatan meski belum dibongkar. Dimana obat-obat ini masih berada di truk fuso bernomor BA 8137 AI yang diparkir didekat Masjid Al Muhtadin Polda Kalsel.

Baca juga:Besok, Milad ke-513 Kesultanan Banjar Digelar di Masjid Sungai Jingah

Agar tak basah jika turun hujan, muatan truk berupa obat tersebut ditutupi terpal dan diikat kemudian masih terlihat garis polisi (police line) di terpal tersebut

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help