Kriminalitas Tanahlaut

Pengakuan Tersangka Pengeroyok Guru SDN Pelaihari 7, Ternyata Niatnya Cuma Ini

usaha untuk menemui dan berbicara secara baik-baik terkait tindakan korban terhadap anak itu dilakukan sejak Selasa (3/19/2017).

Pengakuan Tersangka Pengeroyok Guru SDN Pelaihari 7, Ternyata Niatnya Cuma Ini
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Dua tersangka pengeroyok guru dibawa dari sel rumah tahanan Polres Tanahlaut, menuju Aula Rupatama, Rabu (11/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dua dari tersangka pengeroyok Suprihatin, guru di SDN Pelaihari 7 berniat ingin memberi pelajaran kepada korban karena dinilai sudah keterlaluan.

Menurut tersangka, usaha untuk menemui dan berbicara secara baik-baik terkait tindakan korban terhadap anak itu dilakukan sejak Selasa (3/19/2017).

Usaha itu tak berhasil karena kepala SDN Pelaihari 7 tidak berada ditempat. Rabu (4/10/2017) pagi, tersangka tak sengaja melihat korbam ingin masuk ke halaman sekolah.

Baca: Soal Kasus Guru Dianiaya di SDN Pelaihari 7, Kapolres Tanahlaut Katakan Ini

"Saya sudah sering mendengar pengaduan anak saya kalau guru itu (Korban, red) sering memukul kepala dan kaki serta menjewer anak saya," katanya dihadapan Wakapolres Tanahlaut, Rabu (11/10/2017).

Tersangka kemudian bertanya dengan korban terkait pengaduan anaknya. Kemudian korban menjawab karena anak tersangka tidak mengenakan sepatu saat sekolah.

Baca: Kepala SDN Pelaihari 7 Jamin Anak Pengeroyok Guru Tetap Bisa Belajar

"Anak saya itu tidak mengenakan sepatu karena sepatunya berlubang dan rusak. Tidak ada saya memukul kepala guru itu dengan helm. Itu tidak benar saya melakukan pengeroyokan," banyaknya kepada para wartawan.

Tersangka mengaku menyesal atas sikapnya yang diakuinya hanya memberi pelajaran singkat kepada korban akibat sering memukul kepala dan kaki anaknya dan anak orang lainnya.

"Saya punya saksi kalau guru itu sering memukul kepala dan kaki anak saya dan anak orang lain. Serung anak saya juga tidak dibolehkan ikut belajar," katanya.

Baca: Pascapengeroyokan Guru, Personel Satpol PP Ditarik dari Lingkungan SDN Pelaihari 7

Tersangka berharap agar para guru di Indonesia tidak melalukan kekerasan terhadap anak didiknya, terlebih memukul di bagian kepala anak didik.

"Saya saja tidak pernah memukul anak saya dengan sapu di kepala anak saya. Guru itu sekali memukul dengan sapu. Kalau dengan tangan sudah beberapa kali," katanya.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved