Kriminalitas Tanahlaut

Pengeroyokan Orangtua Murid pada Guru SDN Pelaihari 7, Ini Kata Pengamat Pendidikan

Dalam ilmu pendidikan, seorang guru punya buku pengamatan terhadap siswa atau anak didiknya yang dianggap melanggar peraturan sekolah.

Pengeroyokan Orangtua Murid pada Guru SDN Pelaihari 7, Ini Kata Pengamat Pendidikan
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Pengamat Pendidikan Tanahlaut, H Hasbullah Mahlan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus pengeroyokan terhadap guru SDN Pelaihari 7 tidak akan terjadi apabila semua pihak menggunakan etika dalam menyelesaikan permasalahan anak didik.

Keterangan orangtua wali murid atau orang tua siswa tidak perlu langsung dijawab pihak guru yang dikonfirmasi orangtua siswa terkait tindakan.

Dalam ilmu pendidikan, seorang guru punya buku pengamatan terhadap siswa atau anak didiknya yang dianggap melanggar peraturan sekolah.

Baca: Inilah Imbauan Wakapolres Tanahlaut Terhadap Guru dan Orangtua Siswa SDN Pelaihari 7

Keberadaan buku siswa itu harus diisi setiap hari oleh guru atau istilahnya buku jurnal kelas. Isinya merupaka uraian kejadian siswa yang dilihat melanggar peraturan sekolah berisi hari, tanggal, tahun dan waktu dan kegiatan yang dilanggar.

Jika guru ditanya orangtua siswa, buku kelas itu yang diperlihatkan kepada orangtua siswa yang ingin mengatahui perkembangan pribadi atau karakter anaknya selama di sekolah.

Baca: Pengakuan Tersangka Pengeroyok Guru SDN Pelaihari 7, Ternyata Niatnya Cuma Ini

Tidak boleh ada kekerasan fisik yang dilakukan guru terhadap anak didik, seperti memukul atau menjewer telinga anak didik. Zaman saat ini kekerasan itu hanya bersifat edukasi, seperti membersihkan sampah di halaman, berlari memutari lapangan sekolah. Tidak boleh menyentuh fisik anak didik karena itu pelanggaran etika seorang guru.

Kemudian orang tua jika menemuka pengaduan sikap oknum guru yang melakukan kekerasan tidak langsung melakukan konfirmasi kepada guru bersangkutan. Sampaikan informasi itu kepada kepala sekolah, pengawas sekolah atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahlaut.

Saya melihat kasus ini sama-sama salah dan sama-sama benar.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved