BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Ribuan Anak Jadi Korban

Baru beberapa hari ini, anggota Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Kriminal Umum Polda Kalsel menggerebek sebuah gudang di Jalan A Yani Km 5,5

Ribuan Anak Jadi Korban
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

SEPERTI tak pernah ada habisnya, penangkapan pengedar atau penjual obat-obatan yang disalahgunakan macam dextro dan carnophen atau zenith terus terjadi.

Para pelanggar biasa menyebutnya pil jin. Sebenarnya, kepanjangan dari penyebutan yang keliru, zenith menjadi jenit sampai akhirnya disingkat jin. Jadilah pil jin. Tidak hanya di perkotaan, kejahatan jenis ini pun sudah merambah perdesaan. Penjualnya, orang-orang tua yang juga pernah sekolah dan tahu tentang efek bahaya mengonsumsi pil jin. Tragisnya, menjual kepada anak-anak, bahkan anak SD juga.

Baru beberapa hari ini, anggota Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Kriminal Umum Polda Kalsel menggerebek sebuah gudang di Jalan A Yani Km 5,5 Nomor 414, Banjarmasin, Minggu (8/10) sekitar pukul 03.30 Wita.

Temuannya mencengangkan. Total obat yang sering disalahgunakan itu, banyaknya 360 koli. Jumlah keseluruhan sekitar 7.300.000 butir! Nilainya saja fantastis, sekitar Rp 10 miliar. Jika sampai tersebar, dijual kepada anak-anak, sungguh tak terkira kerusakan yang ditimbulkan.

Sejumlah orang diamankan di lokasi penggerebekan. Namun yang juga sangat tragis, seorang di antaranya adalah oknum perwira polisi. Petinggi Polda Kalsel menetapkannya sebagai tersangka.

Bisa dibayangkan, jika benar oknum itu menjadi beking atas keberadaan jutaan butir canophen senilai Rp 10 miliar. Berapa ribu anak-anak yang akan menjadi korban? Tak terbayangkan.

Tentulah, masyarakat sangat berharap jajaran Polda Kalsel tak bosan menangkapi para pengedar obat jenis ini. Termasuk, tetap tegas menangkapi rekan-rekannya yang diduga terlibat.

Sebelumnya, jajaran polda telah begitu banyak mengungkap kasus serupa. Jutaan butir jenis obat yang serupa, berhasil disita saat berada di kawasan Pelabuhan Trisakti. Juga, jutaan butir dari truk yang melintas di wilayah hukum Polda Kalsel.

Jajaran Korem 101 Antasari tak ketinggalan dalam upaya pencegahan peredaran zenith dan sejenisnya di Kalsel. Mereka telah mencatat sejarah, mengungkap kasus jutaan butir pil jin di Pelabuhan Trisakti.

Dari berbagai kasus yang terungkap, di antaranya dalam jumlah sangat banyak, jutaan butir. Wajar kalau situasi demikian menandakan, Kalsel sebagai pangsa pasar para penjahat keji itu.

Sekarang, hal yang harus lebih diwaspadai adalah pelabuhan sebagai pintu masuk. Andai tidak terawasi dengan sangat ketat, bisa saja ada yang lolos dengan membawa jutaan butir. Pintu kedua, toko yang menjual obat. Jika diketahui semua tokonya, lalu diawasi dengan ketat, bisa diharapkan obat jenis itu tak sampai salah jual. Dalam hal ini, tidak hanya polisi yang aktif, tapi juga instansi terkait di pemerintah daerah, khususnya pemko atau pemkab.

Jangan sampai, seperti yang pernah terjadi di salah satu kabupaten di Kalsel, instansi terkait malah tidak melakukan pengawasan. Akibatnya, banyak toko obat yang ketahuan kalau perizinan mereka tidak benar. Lucunya, instansi saling menyalahkan. Juga saling lempar tanggung jawab. Padahal dampaknya, ribuan anak-anak.

Mudah-mudahan, semua pihak terkait makin sinergis dalam upaya pencegahan peredaran jenis obat ini. Sekali lagi, bayangkanlah, bahwa korbannya adalah anak-anak kita. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help