BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Tengah

Satker BBPJN VII Banjarmasin Bilang Dana Perbaikan Jalan Negara di Kalsel Sangat Minim

Sedangkan total alokasi dana untuk perbaikan jalan nasional dari wilayah Tapin hingga Mantimin Kabupaten Balangan

Satker BBPJN VII Banjarmasin Bilang Dana Perbaikan Jalan Negara di Kalsel Sangat Minim
Banjarmasinpost.co.id/hanani
Kepala Satker BBPJN VI Banjarmasin, Mutaal BAdrun menyatakan, seluruh jalan di Kalsel adalah kelas III A dan III B. Soal kerusakan Jalan Walangsi-Kapar saat ini, perbaikan hanya bisa dilakukan di jalur sebelah kiri dari arah Banjarmasin. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BARABAI- Kepala Satker BBPJN VI Banjarmasin, Mutaal BAdrun menyatakan, seluruh jalan di Kalsel adalah kelas III A dan III B. Soal kerusakan Jalan Walangsi-Kapar saat ini, perbaikan hanya bisa dilakukan di jalur sebelah kiri dari arah Banjarmasin.

Sedangkan total alokasi dana untuk perbaikan jalan nasional dari wilayah Tapin hingga Mantimin Kabupaten Balangan, termasuk di dalamnya jalan Walangsi-Kapar, hanya Rp 3 miliar.

“Lubang-lubang yang harus di aspal banyak. Pada 2018 pun penanganan hanya akan dilakukan secara fungsional, asal bisa dilewati,” kata Mutaal.

Baca: Jalan Walangsi-Kapar Makin Parah, Bupati HST Undang Manajemen PT Conch Cari Solusi

Disebutkan, untuk perbaikan jalan Walangsi, tak ada final desain, dan hanya dikasih urukan. Angkutan banyak sumbu, jelas dia meskipun beban menjadi ringan, namun factor penghancurnya lebih besar.

“Makanya 2018 hanya perbaikan fungsional, hanya holding. 2018 belum bisa banyak membantu, karena dananya dibatasi,”katanya. Dia pun sependapat dengan Bupati HST, agar PT Conch berpartisipasi melakukan perbaikan, melalui dana CSR-nya.

Baca: PT Conch Bersedia Bantu Perbaikan, Besarnya Dana Sesuai Anggaran Perusahaan

Sementara, Ketua Asosiasi Angkutan Semen Conch Ruli Ananda Efanus menyatakan, selama ini, pihaknya sangat memperhatikan apa yang menjadi atensi Bupati HST, dengan sering menguruk material berupa sirtu ke titik jalan yang berlubang. Ruli bahkan mengaku pihak asosiasi telah menghabiskan Rp 1 miliar.

Baik pihak asosiasi angkutan maupun PT Conh meminta, jika nantinya dilakukan perbaikan jalan, pihaknya diizinkan melwati jalan kabupaten. Bupati HST sendiri menyatakan, bersedia saja membuka akses jalan tersebut selama perbaikan jalan Lingkar Walangsu-Kapar,degan beberapa syarat yang nanti akan dibuat Pemkab.

Antara lain hanya boleh melintas malam hari, agar tak mengganggu aktivitas masyarakat, dan pengguna jalan umum lainnya. Juga tonasenya dibatasi sesuai dengan kelas jalan, yaitu kelas III yang tpnasenya telah diatur dalam UU LLAJ.

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help