BanjarmasinPost/

Berita Kalteng

Setelah Diproses Hukum Tim Cyber Polda Kalteng, Sekolah 'Takut' Pungut Siswa

Tindakan Tim Cyber Polda Kalimantan Tengah yang memproses hukum dugaan pungutan liar di SMAN 1 Palangkaraya

Setelah Diproses Hukum Tim Cyber Polda Kalteng, Sekolah 'Takut' Pungut Siswa
Tribun Kalteng/Fathurahman
Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Slamet Sunaryo. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Tindakan Tim Cyber Polda Kalimantan Tengah yang memproses hukum dugaan pungutan liar di SMAN 1 Palangkaraya, karena diduga adanya pungutan liar , beberapa waktu lalu, banyak direspons sejumlah kalangan.

Dugaan pungli ini pertama kali dilaporkan masyarakat kepada pihak kepolisian setempat sehubungan tingginya biaya masuk sekolah yang dibebankan kepada orangtua siswa melalui pungutan komite.

Baca: Cyber Polda Kalteng Telisik Akun Medsos yang Sebarkan Kabar Maraknya Begal

Dari laporan pengaduan orangtua siswa tersebut, pihak tim Cyber Polda Kalteng pada 20 Juni 2017 lalu, menyita berkas siswa dari jalur tidak mampu, dana sumbangan pendidikan dari semua jalur dan rekening Komite SMAN 1 Palangkaraya.

Baca: Live Streaming Playoff Liga 2 Perseka Kaimana Vs PSGC Ciamis, Modal Darah Persib Bandung!

Hingga, Rabu (11/10/2017) proses hukum masih terus dilakukan oleh tim Cyber Polda Kalteng terhadap dugaan pungutan liar terhadap sekolah tersebut yang ternyata juga berdampak bagi sekolah lainnya.

Sejumlah orangtua dan siswa mengaku bingung, karena setelah kejadian tersebut banyak sekolah yang enggan bahkan takut memungut kepada orangtua siswa melalui pihak komite sekolah untuk pembayaran tiap bulan dengan nominal tertentu.

Baca: Tim Saber Pungli Minta Gubernur Kalteng Evaluasi Pergub 27/2017, Apa Alasannya?

Namun, pungutan saat ini malah dilakukan dengan cara lain dengan mengenakan dana tertentu untuk setiap kegiatan ekstra kurikuler dalam setiap ada kegiatan melalui kelas.

"Harusnya memang tidak boleh ada pungutan, karena ada aturannya soal pungutan tersebut, makanya saya bingung pungutan perbulan tidak adalagi tetapi anak- anak di pungut setiap hari saat ikut kegiatan ekstrakurikuler,"ujar Karim, satu siswa SLTA di Palangkaraya.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Slamet Sunaryo, mengatakan, dia sudah mengingatkan kepada para kepala sekolah untuk mentaati ketentuan yang telah diterapkan dalam Permendikbud RI nomor 75/2016 tentang komite sekolah, agar tidak melanggar aturan.

Penulis: Fathurahman
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help