BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Awas, Dispencapil Kota Banjarmasin Cium Gelagat Ada yang Bisniskan KIA Lewat Calo

Program pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) sedang gencar digalakkan Pemko Banjarmasin melalui Dispencapil.

Awas, Dispencapil Kota Banjarmasin Cium Gelagat Ada yang Bisniskan KIA Lewat Calo
Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (12/10/2017) Halaman 17 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARAMSIN - Program pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) sedang gencar digalakkan Pemko Banjarmasin melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispencapil).

Sayangnya seiring niat baik tersebut, Dispencapil mencium gelagat tidak baik. Yakni membisniskan pembuatan KIA tersebut yang sebenarnya tidak dipungut biaya alias gratis.

"Saya melihat ada indikasi KIA mulai diurus melalui perantara atau calo. Ini harus kami cegah," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispencapil) Kota Banjarmasin, Khairul Saleh, Rabu (11/10).

Menurut Khairul, sebaiknya pembuatan kartu KIA itu diurus sendiri oleh orangtua. Tidak melalui kecamatan atau kelurahan. Dengan mengurus sendiri, lanjut Khairul, pemohon KIA tidak bisa berdusta atau berbohong. KIA itu identitas sehingga jangan sampai mengurusnya melalui orang lain.

Baca juga: Plat Nomor Kendaraan Bakal Berganti Warna Pertengahan Oktober Ini, Putih, Biru Muda, atau Kuning?

"Kartu KIA ini kan gratis. Kalau ada orang yang membawa 10 berkas KIA, apakah ada di Banjarmasin ini yang sukarela. Zaman sekarang adakah yang sukerala menguruskan sesuatu," tegas Khairul.

Khairul mencontohkan mulai kawasan Mantuil membawakan berkas KIA ke kantor Dispencapil, apakah ada yang gratis. Padahal yang membawakan berkas itu tak punya pekerjaan. Jangan sampai KIA itu dibuat ada nilai rupiahnya.

Dijelaskannnya, dalam satu hari rata-rata Dispencapil Kota Banjarmasin membuat 100 kartu KIA. Jika tak dibatasi, maka dalam satu hari Kantor Dispencapil bisa mencetak lebih dari 100 keping KIA.

Ditambahkan Khairul, sampai akhir tahun 2017 ini diharapkan Dispencapil bisa mencetak 20 ribu buah KIA dan sampai saat ini terealisasi baru sebanyak 1.500 keping KIA. Saat ini cukup banyak indikasi calo atau makelar gentayangan menguruskan kartu KIA.

"Tadi ada beberapa RT membawa berkas warga yang akan membuat KIA. Sementara kita tolak," katanya.

Dia mengkuatirkan pelayanan lontang lantung atau piyan datang langsung tuntung yakni berupa pencetakan KIA itu dijadikan lahan bisnis. Di masyarakat pasti banyak calo menawarkan pengurusan KIA dan meminta tarif kepada warga. "Padahal, yang benar pengurusan dan pencetakan KIA itu gratis," katanya.

Pencetakan KIA, sambung Khairul, sangat cepat dan mudah dalam hitungan menita asalkan syarat-syarat sudah lengkap. Dispencapil menekankan pengurusan KIA itu gratis dan tidak bolej ada embel-embel rupiah.

Baca juga: Ini Loh Plat Nomor Incaran Polisi! Malah Gunakan "Bahasa Cacing", Katanya Sih untuk Tren

Lebih lanjut Kharul menjelaskan untuk pembuatan KIA untuk 0 sampai 5 tahun tidak memakai foto dan di atas lima tahun memakai foto. Dan untuk anak dengan tanggal lahir genap, maka latar belakang foto itu berwarna merah dan tanggal lahir ganjil berwarna biru.

Aliansyah anggota Komisi I DPRD Kota Banjamasin Aliansyah menghimbau pengurusan KIA itu dilakukan oleh yang bersangkutan dan sebaiknya jangan diwakilkan. Jika diuruskan orang lain, maka pelayaanan lontang lantung, yakni pembuatan KIA akan bias. "Kesannya pembuatan KIA akan membayar, padahal gratis," tegas Aliansyah. (ogi)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help