BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Tengah

Gara-gara Bidan Pindah, Poskesdes di Desa Ini Tutup, Kasihan Ibu Hamil Ya!

Pantauan BPost Online, Kamis (12/10/2017), Poskesdes yang menjadi satu dengan rumah bidan desa tersebut tertutup rapat

Gara-gara Bidan Pindah, Poskesdes di Desa Ini Tutup, Kasihan Ibu Hamil Ya!
Hanani
Warga Desa Hapulang Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengeluhkan kosongnya tenaga kesehatan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga Desa Hapulang Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengeluhkan kosongnya tenaga kesehatan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Sejak bidan desa Roda Risalinda pindah tugas ke Ilung, Kecamatan Batangali Utara, para ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Haruyan, yang jaraknya sekitar lima kilometer.

Pantauan BPost Online, Kamis (12/10/2017), Poskesdes yang menjadi satu dengan rumah bidan desa tersebut tertutup rapat. Teras rumah dinas bidan desa itu pun terlihat ditumpuki material semen sak.

Ilin, warga Hapulang, yang juga sedang hamil lima bulan menyatakan, sudah sekitar empat bulan, Poskesdes itu tutup, karena tak ada lagi yang ditugskan di desa mereka.

“Dulu waktu bidan Risalinda ditugaskan disini, tiap hari buka. Bahkan diluar jam kerja juga dia mau saja melayani masyarakat yang mau berobat, maupun yang memeriksa kehamilan. Sekarang, jika berobat harus ke puskesmas Haruyan. Lumayan jauh,”tutur warga lainnya, yang tinggal di sekitar Poskesdes.

Warga pun berharap, agar pemerintah daerah kembali menempatkan tenaga medis, baik itu bidan, perawat yang bersedia tingal di desa tersebut, sehingga memudahkan mereka, jika ada warga yang sakit. Selama ini jelas warga ada bidan lain (ibunya bidan yang pindah tugas ke Ilung), melakukan kunjungan jika di telepon.

Namun sifatnya praktek dan bersedia datang ke desa. “Harapan kami, bidan dari pemerintah daerah yang ditugaskan dan tinggal di sini melayani masyarakat yang hamil maupun sakit,”kata Ilin. Hapulang, merupakan salah satu desa di Kecamatan Haruyan, yang berada di wilayah pegunungan.

Warga setempat mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Warga menyatakan, merasa sangat terbantu dengan adanya keberadaan bidan yang sebelumnya ditempatkan di desa mereka. Selama tak ada tenaga kesehatan, jika sakit warga pergi ke puskesmas Haruyan. “Kasian jika ada warga yang sakit atau mau melahirkan, harus diarak (mutar-mutar-red) dulu ke kecamatan, baru dapat bantuan,”ungkap salah satu warganet, dari desa tersebut, melalui akun facebooknya.

Warga tadi menyatakan, telah menyampaikan aspirasi melalu Kades, namun belum ada realisasinya. Kades Hapulang, saat hendak dikonfirmasi BPost ke rumahnya, tak berada di rumahnya. Menurut istrinya, sedang keluar desa. Saat dihubungi via telepon genggam, tak dijawab.

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help