BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Utara

Harga Jual Terong Merosot Jadi Rp 1.000 Per Kilogram, Petani Cuma Bisa Ini

Hampir seluruh warga di ketika desa ini menanam terong, lahan kering yang digunakan mampu untuk menanam sebanyak dua

Harga Jual Terong Merosot Jadi Rp 1.000 Per Kilogram, Petani Cuma Bisa Ini
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Terong asal Desa Sungai Durait Tengah, Sungai Durait Hulu dan Sungai Durait Hilir di Kecamatan Babirik 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Meskipun berada di daerah rawa namun sebagian warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) juga ada yang berhasil menanam sayuran dengan hasil yang sangat baik.

Seperti di Desa Sungai Durait Tengah, Sungai Durait Hulu dan Sungai Durait Hilir di Kecamatan Babirik yang menjadi penghasil sayur terong terbesar di Kecamatan HSU.

Hampir seluruh warga di ketika desa ini menanam terong, lahan kering yang digunakan mampu untuk menanam sebanyak dua hingga tiga kali tanam dalam satu tahun.

Baca: Gas Elpiji 3 Kg di Tapin Mencapai Rp 30 Ribu, Ini Wilayahnya

Hasilnya pun melimpah dengan kualitas yang baik, penjualan bukan hanya di Kabupaten HSU namun juga dikirim ke Kabupaten HST, HSS dan Banjarmasin. Mengingat letak Kecamatan Babirik cukup dekat dengan Banjarmasin jika ditempuh menggunakan transportasi sungai.

Namum, sayangnya kali ini harga terong merosot turun dan tak mampu berbuat banyak karena mengikuti harga pasaran. Dewi, satu petani terong dari Desa Sungai Durait Hulu mengatakan, harga jual terong kepada tengkulak hanya Rp 1.000 per kilogram.

"Harganya sama saja dimana-mana dibeli dengan harga Rp 1.000 per kilogram, berharap harga tidak turun lagi karen banyak daerah yang mulai panen terong," ujarnya.

Dalam satu kali panena petani bisa memanen sebanyak 20 karung terong dan langsung diantar ke tengkulak. meskipun tidak dapat meraup untuk banyak namun petani tetap akan menanam terong karena sudah paling cocok dengan kondisi tanah di daerah tersebut.

"Pernah bahkan menjual dengan harga Rp 600 per kg, jika di pasar hingga ke tangan pembali biasanya harga Rp 3.000 per kilogram," ujarnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help