BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Ini Peringatan Keras Bagi Driver Online dan Kovensional, Polisi: Awas Bila Lakukan Ini!

Para pengemudi angkutan konvensional kini lega setelah pengampu kebijakan di daerah ini untuk sementara menyetop operasional

Ini Peringatan Keras Bagi Driver Online dan Kovensional, Polisi: Awas Bila Lakukan Ini!
BANJARMASINPOST.co.id/edi nugroho
Para sopir taksi berdemo di halaman kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin, Senin (2/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Konflik angkutan konvensional dengan angkutan berbasis aplikasi (online) di Kalsel, khususnya Banjarmasin dan sekitarnya, mereda.

Para pengemudi angkutan konvensional kini lega setelah pengampu kebijakan di daerah ini untuk sementara menyetop operasional angkutan berbasis aplikasi (online) setelah ada keputusan dari hasil pertemuan Dishub Kalsel, Dirlantas, organisasi angkutan darat, para pengemudi taksi konvensional dan taksi online, Selasa (11/10).

Namun Dirlantas Polda Kalsel Kombes E Zulpan memberikan peringatan untuk kedua belah pihak.

“Jika melangar kami akan tindak (tilang). Jangan melakukan provokasi, misal secara terang-terangan mengangkut dan menurunkan penumpang di kantong-kantong angkutan umum,” tegasnya.

Di sisi lain dia juga mengingatkan pelaku angkutan konvensional agar tidak melakukan hal yang mengarah pada tindak pidana seperti penganiyaan, pengrusakan, intimidasi dan penculikan. "Jika terjadi tindak pidana tentunya kami akan diproses sesuai hukum,” tandas Zulpan.

Dia berujar, dalam menyampaikan aspirasi semua diminta mengedepankan musyawarah dan mufakat, dan mematuhi peraturan per undang-undangan.

Yang jelas, lanjut Dirlantas, semua pihak harus menahan diri untuk tidak melakukan hal yang membuat terjadinya konflik, sambil menunggu revisi Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 pada 1 November 2017.

Pada kesempatan itu, Zulpan berharap pertemuan itu bisa menambah wawasan bahwa fenomena perkembangan teknologi tak bisa dibendung.

Sementara itu, Rusdiansyah, Kadishub Kalsel menyatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan taksi online agar jangan mengambil penumpang di mall dan bandara. Pihaknya berharap ada keseimbangan antara taksi online dan taksi konvensional.

“Kami menunggu hasil peninjauan kembali di Mahkamah Agung pada 1 November nanti,” ujarnya.

Sementara M Hawari, Kadiskominfo Kalsel memaparkan tidak ada satu taksi online yang lapor kepada pihaknya. Karenanya dia berharap taksi online untuk bersabar dulu beroperasi di sini.

“Permasalahan ini bukan hanya di tempat kita, tapi di seluruh Indonesia. Kita tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan di sini,” ujar dia seraya menyatakan penutupan aplikasi online bukan wewenang pihaknya.

Hamsi Mansyur dari Organda Kalsel mengapresiasi rekomendasi yang disampaikan Dirlantas dan Dirintelkan dimana mulai Selasa (11/10) melarang taksi online beroperasi.

Mau baca berita Banjarmasin Post? klik DI SINI

BPost cetak
BPost cetak ()

Mau baca berita Metro Banjar? klik DI SINI

Metro Banjar cetak
Metro Banjar cetak ()
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help