Berita HSU

Kumpul di Tengah Persawahan, Polisi Ajarkan Anak anak Soal Larangan Bakar Lahan

Namun meski demikian anggota Polsek Banjang melarang pembakaran sisa panen karena dapat memicu kebakaran lahan.

Kumpul di Tengah Persawahan, Polisi Ajarkan Anak anak Soal Larangan Bakar Lahan
Ist
Jajaran Polsek Banjang, Polres HSU menyosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan kepada anak sekolah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI -  Sebagian padi yang mulai tanam sejak bulan Juni lalu sudah memasuki masa panen. Untuk menghindari adanya petani yang membakar sisa hasil panen Polsek Banjang melakukan sosialisasi dan penyuluhan larangan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada para petani.

Desa yang sudah mulai panen adalah Desa Kaludan Besar Kecamatan Banjang, batang padi yang telah diambil gabahnya memang menjadi sampah.

Namun meski demikian anggota Polsek Banjang melarang pembakaran sisa panen karena dapat memicu kebakaran lahan.

Sosialisasi dilakukan langsung di lahan pertanian yang tengah di panen, Kamis (12/10/2017).

Kegiatan dilaksanakan oleh anggota Polsek Banjang yaitu Kapolsek Banjanv Ipda Siswadi SH, Aipda Soeyatmin, Bripka Hasanuddin, Bripka Hery Susanto, Bripka Marjuni dan Bripka Fahmi Rahman.

Baca: Pelat Nomor Kendaraan Bakal Berganti Warna Pertengahan Oktober Ini, Putih, Biru Muda, atau Kuning?

Baca: Ini Loh Pelat Nomor Incaran Polisi! Malah Gunakan Bahasa Cacing

"Membakar sisa hasil panen dapat memicu kebakaran lahan dan dapat merusak lingkungan serta membahayakan keselamatan, sama halnya dengan membuka lahan dengan cara membakar," Ipda Siswadi.

Anggota Polsek Banjang juga menyampaikan maklumat kapolda Kalsel tentang larangan membakar hutan dan lahan (Karhutla) agar masyarakat mengetahui ancaman pidana pembakaran hutan dan lahan.

Sosialisasi ini juga disampaikan kepada siswa agar mereka mengetahui latangan pembakatan hutan dan lahan sejak dini. Para pelajar juga diajak foto bersama usai melakukan sosialisasi. (*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved