BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Perguruan Tinggi se Kalsel Ikrarkan Melawan Radikalisme

Menurut OC pusat, sambung Hadin Muhjat pada momen sumpah pemuda nantinya juga akan dihadiri satu menteri ke Kalsel.

Perguruan Tinggi se Kalsel Ikrarkan Melawan Radikalisme
Istimewa
Konferensi pers jelang kuliah akbar Perguruan Tinggi melawan Radikalisme dan Intoleransi, direncanakan bertepatan dengan hari sumpah pemuda pada 28 Oktober 2017 nanti. 

BANJARMASINPOST. CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 37 kampus di Perguruan Tinggi Swasta dan Perguruan Tinggi Negeri di Kalimantan Selatan dari total 52 kampus sudah mendeklarasikan diri untuk melawan radikalisme di Kampusnya masing masing.

Selain itu direncanakan akan digelar kuliah akbar Perguruan Tinggi melawan Radikalisme dan Intoleransi, direncanakan bertepatan dengan hari sumpah pemuda pada 28 Oktober 2017 nanti.

Kesepakatan itu diambil ketika menggelan pertemuan lanjutan di aula Kopertis Banjarmasin, Kamis (12/10/2017). "Direncanakan ada sekitar 10.000 mahasiswa yang akan kumpul nantinya bersama sama untuk melakukan ikrar dan menggelar kulah akbar. Kalau lokasinya nanti di Banjarmasin maka dimungkinkan bisa lebih dari 20.000 mahasiswa akan kumpul. Nah kita masih akan mem-fix-kan lokasinya dimana setelah rapat SC di Kalsel," kata Koordinator SC Perguruan Tinggi, Prof Hadin Muhjat.

Baca: Angin Puting Beliung Terjang Tiga Desa di Sungai Pandan, Warga Langsung Berlarian

Disebutkannya, kegiatan nantinya juga akan ada orasi kebangsaan dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dan setelah diminta konfirmasi ternyata bersedia.

"Rencananya memang digelar di ruang terbuka dengan melibatkan ribuan orang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika baik mahasiswa, dosen serta staff di perguruan tinggi dengan mengundang atau melibatkan banyak pihak baik pemerintah maupun tokoh se ide dan setujuan menjadga Indonesia dari ISu sara, kebencian, fitnah dan adudomba, serta menjaga komitmen kebhinekaan, pancasila dan NKRI," kata Prof Hadin Muhjat.

Menurut OC pusat, sambung Hadin Muhjat pada momen sumpah pemuda nantinya juga akan dihadiri satu menteri ke Kalsel. "Menteri apa yang akan datang ke Banua, ya kita tunggu nanti tidak lanjutnya," kata dia.

Adapun Anggota Steering Committee Kebangsaan Kalsel, Murakhman Sayuti Enggok, mengatakan, sebagai tindak lanjut di Bali, ketemu presiden dan sepakati dalam rangka semangat kebangsaan melawan radikalisme yang sudah mengancam pergurun tinggi.

"Keresahan di kalangan pemuda bahwa sudah semakin masif gerakan radikalisme yang memaksakan kehendak. Dan ini sudah disinyalir masuk di Kampus kampus gerakan radikal ini dan ini kalau tidak dibendung maka akan membahayakan. Kita ingin kebangsaan terjaga dan ini melawan radikalisme di kalangan perguruan tinggi. Kegiatan ini murni tidak ada kepentingan apapun hanya ingin menumbuhkan semangat Pancasila," ujar Murakhman Sayuti Enggok.

Adapun Koordinator OC Kalsel, Emmy larasati, menyebutkan sudah mensinyalir ada 30 persen mahasiswa di kampus tertentu yang sudah masuk ke kelompok sempalan radikal ini. "Kalau dibiarkan ini akan berbahaya. Karena itu kami kumpul berkeinginan untuk bersepakat melawan radikalisme masuk ke dalam lingkungan kampus digalakkan oleh belasan Perguruan Tinggi (PT) di Kalsel.

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help