BanjarmasinPost/

Kriminalitas Banjarmasin

Perwira Polda Ini Sebut Obat Seharga Rp 10 M Bukan Miliknya, Ini Faktanya yang Bikin Janggal

Dalam perhitungan tersebut hadir langsung Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat dan Kasubdit III Jatanras AKBP Afebrianto.

Perwira Polda Ini Sebut Obat Seharga Rp 10 M Bukan Miliknya, Ini Faktanya yang Bikin Janggal
irfani rahman
Jajaran penyidik Subdit III Jatanras Polda Kalsel menghitung kembali obat terlarang yang ada dalam truk di Markas Polda Kalsel, Rabu (11/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Jajaran penyidik Subdit III Jatanras melakukan pehitungan ulang terhadap ratusan koli atau seharga lebih kurang Rp 10 Miliar barang bukti carnophen zenith yang digerebek di sebuah ruko di Jalan A Yani, Km5,5 No414 Kota Banjarmasin, Kalsel, beberapa waktu lalu.

Dalam perhitungan tersebut hadir langsung Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat dan Kasubdit III Jatanras AKBP Afebrianto.

Terlihat juga satu tersangka yang juga oknum Polisi Iptu Mahmuda. Mengenakan baju kaos putih dan celana selutut , oknum perwira ini tampak melihat perhitungan.

Sesekali ia terlihat berbicara denghan penyidik. Saat mau selesai perhitungan, BPost Online mendekatinya dan mengkonfirmasi apakah ia pemilik jutaan obat tersebut. "Bukan aku pemiliknya tapi R orang Purwokerto," paparnya.

Saat ditanya kenapa ia berada di lokasi tersebut, mantan Kabid Humas Polresta Banjarmasin ini mengatakan hanya mau membayarkan upah truk fuso saja.

Kembali ditanya apakah ia mengetahui ada obat di sana ia mengiyakan, namun ketika ditanya lebih jauh ia tak lagi berkomentar banyak.

Terpisah, Direktur Kriminal Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat mengatakan kali ini pihaknya melakukan perhitungan kembali dan sebagian sampel akan dibawa ke BPOM Banjarmasin untuk dilakukan pemeriksaan,

Meski begitu Sofyan tak mau berkomentar banyak dan meminta bersabar karena masih dalam proses penyidikan dani akan digelat jumpa pers oleh Kapolda langsung.

Sementara itu pantauan, perhitungan kali ini cukup melelahkan karena penyidik harus membongkar lagi koli obat yang berada di truk fuso.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help