BanjarmasinPost/

Ekonomi dan Bisnis

Rally Harga Emas Juga Pengaruhi Saham Sektor Ini

Pemerintah sendiri sudah memperpanjang izin ekspor mineral AMNT sampai 2028. Dengan kuota ekspor mencapai 675 ribu ton konsentrat

Rally Harga Emas Juga Pengaruhi Saham Sektor Ini
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Suasana MNC Sekuritas Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Merangkak naiknya harga emas dunia beberapa waktu belakangan tidak hanya berimbas positif pada saham emiten pertambangan emas, namun juga pada sektor lain yang terkait pertambangan secara umum.

Seperti yang dirasakan PT KMI Wire & Cable (KBLI), emiten saham yang bergerak di bidang industri kabel tembaga ini juga ikut merangkak naik.

Dijelaskan Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin Herry Wachiedin, sejak Senin (9/10/2017) hingga Kamis (12/10/2017), saham KBLI naik 2,87 % ke level 438. Bahkan volume transaksi saham ini meningkat tajam hingga 300% bahkan lebih.

Baca: Rally Harga Emas Diikuti Harga Saham Emiten Sektor Pertambangan Emas

Namun terkait naiknya harga emas dunia, Herry menyarankan investor untuk melirik saham PT Medco Energy International (MEDC). Pada kuartal I 2017, MEDC telah mencatat pertumbuhan laba yang sangat signifikan 424% sebesar 573,5m.

Saham ini bisa menjadi alternatif yang cukup menjanjikan terkait merangkaknya harga emas karena tak lepas dari kontribusi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang diakuisisi oleh PT Medco Energy International dan bergerak di bidang pertambangan emas.

Pemerintah sendiri sudah memperpanjang izin ekspor mineral AMNT sampai 2028. Dengan kuota ekspor mencapai 675 ribu ton konsentrat, diprediksi AMNT akan memproduksi 700 ribu ounce emas dan 450 pound tembaga untuk tahun 2017.

Selain itu dari sisi AMNT, juga merencanakan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017 ini, serta menerbitkan obligasi, sejalan dengan persiapan memasuki penggalian level ketujuh tambang Bukit Hijau.

"Bagi yang sudah punya sahamnya, ini merupakan saham likuid. Kedepannya MEDC diperkirakan bagus karena juga di dorong dengan melantainya AMNT di bursa," kata Herry.

Namun ia tetap peringatkan investor untuk waspada, karena di tahun-tahun sebelumnya saham-saham di sektor pertambangan emas biasanya terkoreksi mendekati akhir tahun dan baru kembali akan rally di bulan Februari awal tahun.

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help