BanjarmasinPost/

Berita Banjarbaru

Terungkap! 300 Ribu Warga di Kalsel Belum Miliki Rumah Sendiri

Solusi yang bisa diberikan hanya pembekalan pelatihan kepada masyarakat agar mampu menaikkan taraf hidup.

Terungkap! 300 Ribu Warga di Kalsel Belum Miliki Rumah Sendiri
edi nugroho
Gebyar Akhir Tahun Pameran Perumahan Borneo Expo, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Banyaknya rumah subsidi yang tak dihuni ungkap Kadisperkim Provinsi Kalsel, Arifin Nor seperti sebuah dilema. Pasalnya rumah subsidi kini lebih banyak dijadikan sebagai investasi bagi masyarakat golongan atas.

Sementara peruntukan rumah subsidi untuk warga miskin tambahnya ternyata belum bisa dijangkau oleh warga miskin. Perekonomian masyarakat yang masih rendah membuat masih banyak warga Banua yang belum memiliki rumah sendiri.

Saat ini ungkap Arifin, Kamis (12/10/2017) masih ada sekitar 300 ribu warga Banua yang belum memiliki rumah sendiri. Kebanyakan dari mereka belum memiliki rumah dan masih menumpang di rumah keluarga.

Baca: Kota Citra Bakal Beri Promo Gila-gilaan di REI Expo

Paling banyak warga yang belum memiliki rumah ada di Banjarmasin, Banjarbaru hingga Kabupaten Banjar. "Banyak yang ada di daerah padat penduduk," ujarnya.

Masih banyaknya rumah tak dihuni tambah Arifin bukan karena harga rumah yang masih tinggi. Justru diakibatkan penghasilan kaum miskin yang belum mampu membeli rumah subsidi.

Jika harga rumah di turunkan ungkapnya sudah tak mungkin karena dari pengembang juga perlu keuntungan dari harga rumah. Sementara jika rumah subsidi diketatkan hanya untuk warga miskin maka akan banyak rumah subsidi yang tak laku.

Baca: Hari Tanpa Bra atau No Bra Day, Lima Artis Ini Sudah Biasa Pose Tanpa BH, Ariel Tatum Bikin Meleleh

Permasalahan sesungguhnya tambah Arifin karena ekonomi masyarakat yang masih lemah. Solusi yang bisa diberikan hanya pembekalan pelatihan kepada masyarakat agar mampu menaikkan taraf hidup.

Bisa dengan bantuan dari pemerintah dari Dinas Koperasi dan UMKM serta dari Dinas Perdagangan yang turut berupaya menaikkan taraf hidup masyarakat. "Selama ini kan di setiap pojok wilayah ada retail, bagaimana pemilik toko kecil bisa maju, PKL digusur, itu hanya akan menurunkan pendapatan mereka, bagaimana mereka bisa menyicil rumah," jelasnya.

Padahal kemudahan cicilan rumah sudah diberikan oleh perbankan dengan tenor 15 hingga 20 tahun. Namun buktinya hingga kini masyarakat ekonomi rendah masih belum banyak yang memiliki rumah sendiri.

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help