BanjarmasinPost/

Travel Kalsel

Tiga Tempat Angker Ini Ada di Kalimantan Selatan, No 1 Menyebutnya Saja Ngeri!

Di Kalimantan Selatan juga banyak tempat-tempat seperti itu. Berikut ini BPost Online merangkumkannya untuk Anda.

Tiga Tempat Angker Ini Ada di Kalimantan Selatan, No 1 Menyebutnya Saja Ngeri!
Instagram
Rea Khico di Puncak Halau Halau Barabai HST 

Belum lagi, ada saja dari warga pribumi yang berkhianat membocorkan rencana perlawanan mereka ke Belanda.

Akhirnya, mereka mencari tempat terpencil yang aman dari mata-mata Belanda, yaitu Alam Roh di Desa Pakualam ini.

Tempat ini sejak dulu hingga sekarang sangat sepi.

Di sekitarnya masih ditumbuhi hutan dan semak belukar.

Jarang ada warga yang melewati tempat ini.

Agar aman dari Belanda, kemudian oleh warga setempat, tempat ini diberi jampi-jampi.

Baca: Duh Gawat! Lewat WhatsApp Bisa Terbongkar Aktivitas Pribadimu, Mau Tahu Caranya?

Mereka meminta jampi-jampi itu kepada para ulama di Kota Martapura.

Konon, di empat sudut tempat ini ditanami empat jimat yang berfungsi menipu mata para penjajah dan pribumi pengkhianat yang memihak Belanda agar mereka tak bisa melihat keberadaan para pejuang rakyat itu.

Jadi, ketika Belanda atau para mata-matanya dari kaum pribumi ke tempat ini, mereka tak akan melihat keberadaan para pejuang itu.

Mereka akan mengira di tempat ini tak ada seorang pun pejuang kecuali para warga desa itu yang tentu saja tidak akan mereka tangkap.

Padahal, sejatinya di sekitar mereka para pejuang itu bertebaran.

"Kalau para pejuang itu melihat Belanda-belanda dan para mata-matanya itu datang ke desa ini. Dan warga desa yang tidak berkhianat alias memihak rakyat bisa melihat para pejuang itu," jelasnya.

Ajaibnya lagi, para penjajah dan mata-mata mereka yang memasuki Alam Roh, selain tak mampu melihat keberadaan para pejuang itu, mereka keluar dari tempat ini dalam keadaan tewas.

Diyakini, tewasnya mereka karena terkena jampi-jampi empat jimat sakti itu.

"Mayat mereka lantas dibuang begitu saja oleh warga ke sungai, tanpa penghormatan apa pun. Pokoknya, kalau mereka berani masuk ke Alam Roh, keluar dalam keadaan tewas," bebernya.

Jarkasi, warga Desa Lokbaintan Luar yang merupakan desa tetangga Desa Pakualam yang bersedia menjadi pemandu BPost saat mengunjungi tempat ini, menambahkan lokasi ini sangat sepi.

Baca: BREAKINGNEWS - Cek Paket, Isinya Potongan Tubuh, Petugas Kargo Bandara Syamsudin Noor Kaget

Sangat berbahaya jika kemari di malam hari. Tak tampak ada lampu penerang jalan satu pun di lokasi ini.

"Kalau mau kemari harus berkawan, jangan sendiri dan jangan di malam hari. Sebab, di sekitar sini banyak kejadian mistis, ada makhluk halus penunggu tempat ini. Karena sejak dulu daerah ini dilingkupi hal-hal mistis seperti jimat, kesaktian para pejuang, banyaknya pembunuhan para antek Belanda oleh para pejuang hingga tewasnya para Belanda, makanya tempat ini disebut Alam Roh," jelasnya.

Tempat ini konon sering digunakan syuting acara uji nyali sebuah program televisi.

Walau tempat ini terkesan mistis dan tak aman bagi wisatawan, nyatanya banyak saja turis yang berkunjung kemari tiap bulannya.

2. Benteng Belanda Tahura Sultan Adam

Wisatawan lokal berfoto di Benteng Belanda Tahura Sultan Adam.
Wisatawan lokal berfoto di Benteng Belanda Tahura Sultan Adam. (tribunnews.com)

Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam sejak lama menjadi destinasi wisata di Kalimantan Selatan.

Area hutan dan perbukitan tersebut terletak di Jalan Ir Pangeran Mohammad Noor, Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Di kawasan ini ada reruntuhan rumah orang Belanda yang oleh warga setempat sering disebut benteng Belanda.

Menurut warga setempat, dulu rumah itu dihuni oleh keluarga Belanda namun kemudian ditinggalkan hingga bertahun-tahun lamanya.

Karena lama kosong dan terbengkalai, rumah itu berhantu.

Sering ada penampakan kuntilanak, bahkan di siang hari juga bergentayangan.

“Pernah dulu siang hari ada yang melihat kuntilanak di situ,” sebut warga setempat.

Akhirnya, karena sering ada penampakan makhluk halus, tempat itu dihancurkan warga.

3. Pohon Besar Gunung Halau Halau

Pohon unik di Gunung Halau Halau yang memiliki cerita unik.
Pohon unik di Gunung Halau Halau yang memiliki cerita unik. (Ria Lestari kepada Yayu Fathilal/Banjarmasinpost.co.id)

Halau Halau merupakan gunung tertinggi di Kalimantan Selatan.

Ketinggiannya mencapai 1901 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Letaknya berada di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Tanahbumbu.

Gunung ini tergolong biasa saja, seperti halnya gunung-gunung lain di Indonesia yang dipenuhi hutan belantara, namun ada satu yang unik dan menarik perhatian di dekat puncaknya, selain pemandangan hamparan awan yang menawan saat di puncak.

Hal unik itu adalah keberadaan sebuah pohon kariwaya yang besar.

Pohon itu sejenis beringin, berakar besar dan tinggi.

Bentuk batangnya sangat unik, yakni seperti pintu gerbang yang di tengahnya berlubang besar dan bisa dilalui manusia.

Di samping kanan dan kirinya banyak semak belukar yang rimbun.

Oleh masyarakat Dayak Meratus yang bermukim di sekitar gunung ini, pohon tersebut sejak dulu sangat dikeramatkan karena angker.

Seorang pendaki gunung dari Kalimantan Selatan yang pernah ke sana, Ria Lestari, mengatakan pohon tersebut dipercaya oleh suku Dayak Meratus sebagai tempat tinggal makhluk halus.

Baca: NEWSVIDEO : Tunggu Keputusan, Sopir Taksi Online Pilih Offline

Mereka, di masa lalu kerap bertapa di puncak gunung ini.

“Mereka bertapa untuk mendapatkan ilmu mistik tertentu. Mereka mengaji ilmunya di hutan-hutan sekitar gunung ini, lalu bertapa di puncaknya,” bebernya.

Sekarang, banyak anak muda pecinta alam mendaki gunung ini untuk sekadar melepas lelah dan kecintaan untuk menikmati keindahan alam.

Biasanya, di pohon kariwaya itu mereka berfoto-foto.

Walau terkesan mistik, dia tak pernah mengalami kejadian aneh apa pun saat ke sana.

(banjarmasinpost.co.id/Yayu Fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help