BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Utara

Dua Napi Masuk Islam, Lapas IIB Amuntai Kembangkan Sistem Ponpes

Agar saat mereka bebas nanti tidak hanya menyesali perbuatannya namun juga memiliki kepercayaan diri,

Dua Napi Masuk Islam, Lapas IIB Amuntai Kembangkan Sistem Ponpes
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Proses pembacaan syahadat sekaligus memandikan dua napi yang masuk Islam untuk simbol pembersihan diri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dua wargaa binaan Lembaga Pemasyarakatan IIB Amuntai memeluk agama Islam, keputusan ini merupakan keinginan pribadi dari mereka.

Kedia narapidana ini adalah Sias Victor Noveri yang kini mengubah namanya menjadi Abdul Hamid dan Rondo mengubah namanya menjadi Ahmad Yusuf Al Fatih.

Pembacaan dua kalimay syahadat dibimbing oleh ustadz H Ahmad Nawawi yang juga merupakan pengasuh dari Pondok Pesantren At Taubah Lapas IIB Amuntai.

Baca: Sudah Ganteng, Aktor India Terkenal, Pandai Menari Pula, Siapa Mereka?

Kepala Lapas IIB Amuntai Muhammad Arsyad juga menyaksikan proses pembacaan syahadat sekaligus memandikan dua napi untuk simbol pembersihan diri.

"Kedua napi memeluk agama Islam atas keinginan sendiri setelah melihat berbagai kegiatan keagamaan yanh dilakukan di Lapas Amuntai," ujarnya.

Ustadz Nawawi menambahkan Pondok Pesantren At Taubah memamg memiliki agenda rutin untuk para tahanan. Agar saat mereka bebas nanti tidak hanya menyesali perbuatannya namun juga memiliki kepercayaan diri, lebih dekat dengan Tuhan dan memiliki keahlian sebagai bekal bekerja nantinya.

Kegiatan keagamaan dilakukan secara rutin setiap hari seperti salat fardu berjamaah, dan ceramah agama yang meliputi ajaran tauhid atau aqidah, fiqh atau syariah, akhlaq tasawuf, fadilah alquran, amaliah zikir dan salawat.

Baca: PS Mojokerto Putra Vs Martapura FC, Kalah 2-1, Laskar Sulthan Adam Tergabung Kalteng Putra

Sedangkan pelajaran praktek yang juga rutin dilaksanakan adalah salat berjamaah, tadarus al quran serta hafalan surat pendek dan doa.

Mereka juga diajarkan seni membaca alquran, dakwah, pembacaan syair maulid. "warga binaan juga diajari sebagai muadzin, khotib dan penyelenggaraan jenazah, sebagai bekal mereka untuk bisa beradaptasi dengab lingkungan masyarakat," ujarnya.

Keterampilan khusus juga diajarkan, seperti pertukangan, pertanian atau berkebun serta otomotif yang diharapkan bisa dipraktekkan untuk mencari rezeki yang halal saat bebas nanti.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help