BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Fikrah

Mengunjungi Orang Sakit

“Saya Nyonya Dewi yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat bunga

Mengunjungi Orang Sakit
dok BPost
KH Husin Naparin

KH Husin Naparin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang parkir di depan pemakaman umum Tanah Kusir, Jakarta. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, “Pak, maukah Anda menemui perempuan yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal.”

Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju, dia segera berjalan di belakang sopir itu. Seorang perempuan bertubuh lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata:

“Saya Nyonya Dewi yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat bunga dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya.”

Penjaga kubur itu menjawab, “Oh, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan bunga, tetapi saya tidak pernah menaruh bunga itu di pusara anak Anda.”

Mendengar hal itu, Nyonya Dewi berkata dengan nada kasar, “Apa? Maaf? ”Penjaga kubur berkata lagi, “Ya, Nyonya, saya tidak menaruh bunga itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat bunga. Karena itu setiap bunga yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman bunga itu, Nyonya.”

Perempuan itu terdiam, kemudian dia mengisyaratkan agar sopirnya segera membawanya pergi. Tiga bulan kemudian, seorang perempuan cantik berkacamata hitam, turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan, “Selamat pagi, apakah Anda masih ingat saya?” tanya perempuan cantik itu sembari melepas kacamata hitamnya?

“Saya Nyonya Dewi, saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal. Ketika saya secara langsung mengantarkan bunga-bunga itu ke rumah sakit atau panti jompo, bunga-bunga itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia. Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa kebahagiaan dan pengharapan adalah obat yang menyembuhkan dan menyehatkan saya.” (sharing seorang sahabat).

Demikianlah sebuah kisah inspiratif. Lewat kisah ini kita bisa mengerti mengapa Allah SWT sangat menghargai orang-orang yang mengunjungi orang sakit. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa jalla berfirman pada hari kiamat, “Wahai anak Adam, Aku sakit namun kamu tidak mau menjenguk-Ku.” Sang hamba berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana kami menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?” Dia berfirman, “Tidakkah kamu tahu, bahwa hamba-Ku si pulan sakit, namun kamu tidak menjenguknya? Tidakkah kamu tahu, jika kamu menjenguknya niscaya kamu akan mendapati-Ku di sisinya.” (HR Muslim).

Di dalam hadits yang lain, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru: Anda orang baik, langkah Anda adalah langkah yang baik, dan Anda telah mendapatkan tempat di surga.”

Ganjaran langsung menjenguk orang sakit tergambar pula pada sabda Nabi SAW, “Seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat berselawat untuknya hingga sore hari. Jika dia menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat berselawat untuknya hingga pagi hari dan dia akan mendapatkan taman buah di surga.” (HR Tirmizi).

Dewasa ini semakin banyak rumah sakit semakin banyak pula yang sakit; semakin maju dunia kedokteran, penyakitpun semakin canggih. Bila Anda juga tidak mampu mengunjungi orang sakit, berdoalah Anda antara azan subuh dan iqamah Salat Subuh dengan untaian doa, Allaahummas-tajib do’anaa, wasy-fii mardhaana warham amwatana. Artinya, “Ya Allah perkenankan doa kami, sembuhkan orang-orang sakit di antara kami dan kasihilah mereka yang mendahului kami.” (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help