BanjarmasinPost/
Home »

Video

Berita Tanahbumbu

NEWSVIDEO: Pimpin Sidak Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Wabub Tanbu Temukan Kejanggalan

Kelangkaan tabung gas elpiji 3 Kg di Kabupaten Tanahbumbu langsung ditindaklanjuti Pemkab setempat dengan melakukan sidak yang dipimpin Wakil Bupati

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 Kg di Kabupaten Tanahbumbu langsung ditindaklanjuti Pemkab setempat dengan melakukan sidak yang dipimpin Wakil Bupati Tanbu H Sudian Noor dan Wakapolres Tanbu Kompol Norhayat, Kamis (12/10/2017).

Ada beberapa temuan, di antaranya mahalnya harga di eceran yang mencapai Rp 35 ribu pertabung, yang seharusnya hanya 17.500. Selain itu, tabung yang menyebar itu rata-rata tidak memiliki segel dan yang ada segelnya sangat mudah dilepas.

Juga ditemukan kesalahan dari agen yang tidak memperhatikan kemasan hak konsumen.

Baca: Ya Ampun Bayi Malang Ini Terjebak di Saluran Pipa Toilet, Lihat Nasib Bayinya

Baca juga: Mahkamah Agung Tetapkan Yansen Binti Cs Disidang di Jakarta, Begini Kata Warga Palangkaraya

Pembagiannya pun tak merata dan sampai ke penjual eceran sehingga masyarakat kekurangan dan kesulitan mencari gas melon itu.

Padahal menurut pengakuan SPBE PT Mega Utama Khatulistiwa yang sempat didatangi tim itu, ada sebanyak dua agen di Tanahbumbu yaitu PT Telaga Asri Jaya di Kersik Putih dan PT Rahmat Perkasa Satui.
Menurut Managernya, Hairani Rahman, setiap hari mengirimkan 6 sampai 7 ret untuk dua agen tersebut. Dimana satu retnya sebanyak 560 tabung.

Pemasangan segel juga dilakukan oleh SPBE.

Baca: Marshanda Tepergok Jalan Bareng Aktor yang Disebut Mirip Mantan Suami Elly Sugigi

Pihaknya mengaku setelah keluar dari SPBE bukan lagi tanggungjawabnya dan sudah dicek agennya.

Untuk satu tabung 3 kg beratnya adalah 7,91 kg.

Menurut Wakil Bupati Tanahbumbu, H Sudian Noor, beberapa permasalahan itu harus segera diselesaikan.

Karena bila dilihat dari jumlah yang dikeluarkan SPBE, tabung untuk masyarakat Tanbu yang kurang mampu terbilang cukup saja.

Baca juga: Waduh! Mahasiswa FISIP ULM Takut Ijazahnya Tak Laku di Pasaran, Ini Alasannya

Namun nyatanya di lapangan masih kurang.

Ini lantaran banyaknya yang diambil pengecer dan kemudian menjualnya dengan harga mahal.

"Pengecer kami beri peringatan itu tidak boleh. Surat-suratnya sebagian dibawa. Bagi yang menyalahi aturan akan dicabut izinnya," katanya.

Sementara itu, menurut Waka Polres Tanbu, Kompol Norhayat mengatakan dari sidak itu beberapa masalah ditemukan.

Tapi sebagai pengawasan ada beberapa yang salah.

Terutama masalah hak konsumen mulai dari tempat distribusi hingga kemasannya.

"Dari pemasangan segel saja, tidak benar. Begitu juga kualitas segelnya tidak bagus dan tidak standar. Untuk selanjutnya, kami dan Pemda masih menyusun tim untuk tindakan selanjutnya," katanya.

(Banjarmasin Post/Man Hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help