BanjarmasinPost/

Kriminalitas di Kalteng

Reaksi Pengacara Yansen Binti Soal Pelaksanaan Sidang di PN Jakarta Barat

Surat Keputusan (SK) Mahkamah Agung (MA) yang menetapkan merelokasi lokasi persidangan kasus pembakaran delapan sekolah

Reaksi Pengacara Yansen Binti Soal Pelaksanaan  Sidang di PN Jakarta Barat
Istimewa
Yansen A Binti, saat digandeng Kapolda Kalteng, Brigjen Pol Anang Revandoko menuju Helikopter, di bagian belakang Polda Kalteng untuk diangkut ke Banjarmasin. (istimewa) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Surat Keputusan (SK) Mahkamah Agung (MA) yang menetapkan merelokasi lokasi persidangan kasus pembakaran delapan sekolah di Palangkaraya ditanggapi pihak kuasa hukum Yansen Alison Binti.

Bahkan pihak Yansen Binti menilai putusan MA nomor 175/KMA/SK/IX/2017 yang menetapkan PN Jakarta Barat sebagai lokasi persidangan kasus pembakaran sekolah di Palangkaraya, dinilai tidak adil.

Ketua Tim Penasihat Hukum politisi partai Gerindra itu, Sastiono Kesek, Jumat (13/10/2017), menyatakan penyesalannya atas diterbitkannya Surat Keputusan MA nomor 175/KMA/SK/IX/2017 yang yang memutuskan PN Jakarta Barat sebagai lokasi persidangan kasus pembakaran sekolah tersebut.

Dia menilai, penetapan MA tersebut mengabaikan Pasal 85 KUHAP yang menyatakan bahwa
yang dimaksud dengan “keadaan daerah yang tidak mengijinkan,” menurut R. Soesilo ialah tidak
amannya suatu daerah atau adanya bencana alam.

Sedangkan di Kalimantan Tengah, khususnya di kota Palangkaraya saat ini kriteria “tidak aman”
seperti dimaksudkan tidak terjadi.

"Masyarakat kota Palangkaraya hidup dalam suasana yang
kondusif, aman dan tenteram," ujarnya.

Dia berpendapat, penetapan MA tersebut tidak memberikan perlakukan yang adil di depan hukum terhadap tersangka, khususnya Yansen Binti yang menjadi kliennya dalam kasus tersebut. (TRIBUNKALTENG.com)

Penulis: Fathurahman
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help