BanjarmasinPost/

Berita HSS

Sekarang Sudah Berkurang Pengolah Tapai Singkong Longawang, Ini Penyebabnya

Sejumlah warga Desa Longawang masih tetap mempertahankan usaha turun temurun membuat tapai singkong.

Sekarang Sudah Berkurang Pengolah Tapai Singkong Longawang, Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Sejumlah warga Desa Longawang, Telaga Langsat,HSS masih tetap mempertahankan usaha turun temurun membuat tapai singkong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sampai saat ini, sejumlah warga Desa Longawang, Telaga Langsat, Hulu Sungai Selatan (HSS) masih tetap mempertahankan usaha turun temurun membuat tapai singkong.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Para pengolah tapai singkong berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kades Longawang Kecamatan Telaga Langsat Najuli mengatakan sampai saat ini yang masih bertahan melakukan usaha membuat tapai hanya sekitar lima persen dari total jumlah penduduknya yang mencapai 1.800 jiwa.

"Orangtua saya dulu juga membuat tapai singkong. Namun kami tidak meneruskannya," katanya, Jumat, (13/10).

Baca: Kusairi Pasarkan Sendiri Tapai Singkong Longawang Buatannya ke Pasar, Begini Hasilnya

Meski hanya lima persen yang masih membuat tapai singkong, namun sampai saat ini mayoritas warganya memang bisa membuat tapai baik tapai singkong atau tapai beras.

Baca: Anak Miliarder Ini Bayar 134 Juta untuk Wanita yang Mau Lahirkan Bayinya, Tujuannya Mengerikan

Bila lebaran tiba, hampir semua warganya membuat tapai. Baik untuk dikonsumsi sendiri maupun sebagai usaha pesanan dari para pelanggan.

"Saat ini warga di sini tidak hanya menanam singkong. Namun juga tanaman holtikultura seperti tomat, lombok, sayur-sayuran," lanjutnya. (*)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help