BanjarmasinPost/

Berita Kotabaru

Sudah Dilarang, Nelayan Masih Andalkan Alat Tangkap Lampara, Alasannya karena Ini

Larangan penggunaan alat tangkap trawl atau lampara dasar mini oleh pemerintah pusat terus menjadi momok bagi ribuan nelayan tradisional

Sudah Dilarang, Nelayan Masih Andalkan Alat Tangkap Lampara, Alasannya karena Ini
net
Alat tangkap ikan lampara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Larangan penggunaan alat tangkap trawl atau lampara dasar mini oleh pemerintah pusat terus menjadi momok bagi ribuan nelayan tradisional di Desa Rampa, Kecamatam Pulaulaut Utara Kotabaru.

Sejak adanya larangan penggunaan lampara dasar, sebagian nelayan Desa Rampa yang menggunakan jaring membuat pendapatan mereka menurun drastis. Sementara tidak ada pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan selain melaut.

Sempat beberapa pekan terakhir hasil tangkapan menurun tiap kali melaut, selain disebabkan cuaca yang tidak menentu. Namun kondisi paceklik sejak nelayan mencoba berpindah dari lampara dasar ke jaring.

Baca: Tiga Tahanan Kabur dari Rutan Kandangan, Ini Nama Orang yang Berhasil Ditangkap

"Ya kini sebagian masih menggunakan lampara. Dan, hasil tangkapannya sudah agak lumayan. Cukuplah untuk mencukupi kebutuhan," katanya.

Bagi nelayan tradisional di Desa Rampa, penggunaan lampara dasar bukan saja menjadi keahlian setiap melaut. Namun
alat tangkapan ini dinilai mampu memenuhi untuk kebutuhan keseharian mereka.

Pasalnya, setiap melaut tangkapan mereka tidak hanya pada udang. Akan tetapi dengan menggunakam lampara, mereka juga bisa mendapatkan ikan untuk dibuat ikan kering sebagai penghasilan tambahan.

Setidaknya ikan hasil tangkapan mereka proses menjadi ikam kering, lumayan untuk menutupi biaya operasional di antaranya bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Baca: Ternyata Ini Penyebab Pencurian Sepeda Motor di Palangkaraya Tetap Marak

Oleh karena itu, Burhan berharap pemerintah tetap membolehkan nelayan tradisional dalam penggunaan lampara dasar sebagai alat tangkap ketika melaut.

"Sementara ini mungkin masih boleh," ucapnya saat ditemui, Jumat (13/10/2017).

Namun apabila larangan penggunaan lampara tetap diberlakukan pemerintah, tambah Burhan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Mau tidak mau, senang tidak senang nelayan terpaksa harus mematuhi.

"Kalau sampai waktunya tidak boleh. Ya tidak ada pilihan laim, kami hanya bisa pasrah," jelasnya.

Tentunya menurut Burhan, sebelum larangan itu dilaksanakan optimal. Maka ia meminta ada solusi alat tangkap yang terbaik baik mereka.

"Pastinya harus ada solusi alat tangkap yang lebih baik. Walau sebenarnya penggunaan lampara ini wilayah cakupan penangkapannya di sekitar sini saja," tandasnya.

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help