Berita HSS

Usaha Turunan Membuat Tapai Singkong Longawang, Kusairi Manfaatkan Lahan Dua Borongan

Usaha mengolah tapai singkong yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu ini masih terus ditekuni oleh sejumlah warga desa ini.

Usaha Turunan Membuat Tapai Singkong Longawang, Kusairi Manfaatkan Lahan Dua Borongan
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Kusairi menunjukan kebun singkongnya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sejumlah warga Desa Longawang Kecamatan Telaga Langsat, Hulu Sungai Selatan (HSS) masih terus melakukan usaha turun temurun dari orangtua mereka.

Usaha mengolah tapai singkong yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu ini masih terus ditekuni oleh sejumlah warga desa ini.

Sehingga tidak heran bila banyak tanaman ubi kayu atau singkong di Desa ini terhampar luas di tanah perkebunan milik warga setempat.

Satu di antara petani singkong di Desa Longawang yakni Kusairi (57). Dia memiliki dua borongan lahan kebun yang ditanamani singkong.

Baca: BREAKINGNEWS - Geger Temuan Tengkorak dalam Karung di Lianganggang, Diduga Korban Mutilasi

Baca: Ya Ampun Bayi Malang Ini Terjebak di Saluran Pipa Toilet, Lihat Nasib Bayinya

Meski hanya dua borongan, namun lahan ini bisa menghasilkan ubi yang cukup banyak. Tergantung pengolahan lahannya.

"Satu borong bisa menghasilan lima pikulan (500 kilogram). Jadi bila dua borongan bisa mencapai 10 pikulan," katanya, Jumat, (13/10).

Dengan tujuan membuat tapai, cara penanaman ubi dilakukan dengan mengatur waktu penanamannya, sehingga bisa dipanen tidak bersamaan.

Baca: Baca Surah Alkahfi di Hari Jumat, Manfaatnya Sungguh Dahsyat

"Paling baik, waktu panen setelah delapan bulan. Dengan sistem tanam yang berbeda, memanennya bisa diatur," lanjutnya. (*)

(banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved