Berita Tanahlaut

Buah-buah di Gunungraja Ini Dijamin Kualitasnya, Harganya Cuma Rp 500

Setidaknya ada tujuh lapak. Lapaknya sederhana saja, dari tiang galam dengan atap dari daun rumbia.

Buah-buah di Gunungraja Ini Dijamin Kualitasnya, Harganya Cuma Rp 500
mukhtar wahid
Inilah penjual manisan yang berjejer di sisi Jalan Nasional, Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (10/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Desa Gunungraja Kecamatan Tambangulang yang berbatasan dengan Kecamatan Batibati, bermunculan lapak pedagang rujak dan asinan dari ikan sungai.

Setidaknya ada tujuh lapak. Lapaknya sederhana saja, dari tiang galam dengan atap dari daun rumbia. Ada yang lapaknya digabung dengan dagangan kelontongan. Pelanggan bisa menikmati langsung di tempat atau membungkus untuk dinikmati di jalan atau di rumah.

Mama Dayat, satu pedagang rujak dan asinan ikan sungai mengaku sudah hampir 10 tahun membuka lapak dan berpindah-pindah di sekitar Desa Gunungraja.

Warga Desa Padang, Kecamatan Batibati ini mengaku lahan tempatnya buka lapak rujak dan asinan ikan itu hanya meminjam lahan kosong di sisi Jalan Nasional.

"Saya berjualan ini sejak di dekat jembatan seberang penjual sate Batibati hingga bergeser ke sini, hampir sepuluh tahun," katanya, Sabtu (14/10/2017).

Menurutnya, bahan rujak buah itu diperoleh dari pasar terdekat dan sebagian membeli di daerah Hulu Sungai. Itu jika pasokan buah kosong.

Bahan rujak yang dijajakan Mama Dayat dikerjakan Jumiati. Jumiati bekerja membantu sudah satu tahun lebih. Dia ini yang mengupas dan mengiris buah nenas dan buah lainnya.

Sudah diiris kecil-kecil seukuran toples kaca, kemudian buah itu dicuci dan diberikan pewarna. Tampak warna kuning di hari jemari Jumiati.

"Harganya terjangkau cuma Rp 500 per buah kedondong dan Rp 1000 buah nenas satu iris. Ada petis dan gula merah rasa pedas," katanya.

Banyak yang mampir membeli di lapak Mama Dayat meskipun tidak ada papan nama lapaknya. Itu karena pelanggan tetap yang melintas dari arah Pelaihari atau sebaliknya.

"Saya membelikan istri buah sambil makan di dalam mobil," ujar seorang pelanggannya bergegas menuju arah Kota Banjarmasin setelah membeli urusan buah nenas dan kedodong.

Di lapak Mama Dayat tersedia, kulit buah nangka dan buah cempedak yang diawetkan dalam toples. "Satu toples itu harganya Rp 5000. Tiga hari pasti kami ganti untuk menjamin kualitas jualan," kata Mama Dayat.

Sementara, ikan sungai jenis sapat dan haruan atau ikan gabus juga dijual dengan cara ditimbang perkilogram. Harganya juga terjangkau kantong.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help