BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Utara

Demi Kegiatan Ini, Pengelola Kantin Sekolah Dilarang Gunakan MSG

Keempat sekolah tersebut adalah TK Pembina Sungai Malang Kecqmatan Amuntai Tengah, SDN Murung Sari 1 Kecamatan Amuntai Tengah

Demi Kegiatan Ini, Pengelola Kantin Sekolah Dilarang Gunakan MSG
reni kurnia wati
Suasana kantin sekolah MAN 2 Hulu Sungai Utara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Empat sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terpilih mewakili Kabupaten HSU dalam lomba sekolah sehat tingkat provinsi Kalimantan Selatan.

Keempat sekolah tersebut adalah TK Pembina Sungai Malang Kecqmatan Amuntai Tengah, SDN Murung Sari 1 Kecamatan Amuntai Tengah, SMPN 1 Amuntai Utara Deaa Sungai Turak Kecamatan Amuntai Utara dan MAN 2 HSU.

Seluruh sekolah telah dinilai dan berharap hasil dari penilaian bisa membawa salah satu sekolah ke lomba sekolah sehat tingkat nasional. Termasuk MAN 2 HSU yang terus meningkatkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Salah satunya adalah dengan membina kantin sehat, dimana siswa dapat memakan makanan bergizi tanpa mengandung zat yang tidak diperuntukkan untuk tubuh.

Seperti yang diungkapkan oleh Wakil bagian humas MAN 2 HSU Musa Alhadi S.Ag M.MPd, dirinya mengatakan pengelola kantin sekolah terus dilakukan pembinaan agar makanan olahan yang dibuat tidak dimasak dengan bumbu tambahan yaitu pemanis, pewarna, pengawet dan perasa atau disingkat 4P.

"Pengelola kantin juga tidak diperkenankan menggunakan Monosodium glutamate (Msg) atau penguat rasa dalam semua masakannya," ujarnya.

Makanan yang dijual ke siswa juga makanan siap makan yang tidak melalui pengolahan berlebihan serta makanan fresh yang baru dimasak. Makanan juga dilaarang untuk dipanaskan kembali.

Makanan ringan yang mengandung Msg juga dilarang dijual kepada siswa termasuk minuman sachet kecuali susu dan teh. "Hanya yang memiliki izin BPOM yang diperbolehkan dijual di kantin, itupun tidak semua jenis makanan dan minuman," ujarnya.

Pihak sekolah juga berencana untuk memperluas kantin dengan nuansa ruang terbuka agar siswa dapat lebih nyaman makan dikantin dan tidak ada lagi siswa yang jajan di luar sekolah.

Lingkungan sekolah juga ditumbuhi dengan tanaman hijau yang disiram menggunakan air sisa cuci tangan yang tersedia disetiap ruang kelas. Siswa diberi tugas dan jadwal untuk merawat tanaman termasuk untuk membersihkan toilet.

"Setiap hari ada jadwal 5 menit bersih dimana siswa, guru dan seluruh pegawai sekolah diminta untuk membersihkan setiap lingkungan sekitar selama lima menit sebelum kelas dimulai," ungkapnya.

Musa menambahkan MAN 2 HSU juga akan mengikuti adiwiyata, pihak sekolah bekerjasama dengan seluruh siswa telah mempersiapkan menunggu penilaian. Pihak sekolah juga bekerjasama dengan dinas terkait seperti Dinas Perkim dan LH untuk mengatasi kebersihan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan beberapa instansi pemerintah lainnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help