Berita Banjarbaru

Kisah Suka Duka Perjuangan Petugas PLN, Gara-gara Listrik Mati Tiyan Pernah Dipukul Ibu-ibu

Sebagai tim PDKP membuat ia sadar akan resiko yang bisa saja terjadi hal ini membuat ada kekhawatiran dari anggota keluarga.

Kisah Suka Duka Perjuangan Petugas PLN, Gara-gara Listrik Mati Tiyan Pernah Dipukul Ibu-ibu
HO/Humas PLN
Petugas PLN sedang memasang jaringan listrik di ketinggian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setiap kali ada pemadaman aliran listrik, baik karena pemeliharaan jaringan maupun karena ada gangguan, ada saja pelanggan yang mengomel. Namun tahukah jika saat bersamaan ada petugas PLN yang berjibaku bahkan bertaruh nyawa melakukan perbaikan agar listrik kembali menyala?

Seperti halnya yang dilakukan Eko, seorang petugas PLN. Memegang kabel bertentangan tinggi sudah bukan hal baru bagi Eko Harianto. Bahkan sudah puluhan kabel bertegangan 150 kv yang ia pegang. Tak hanya itu, berdiri di tiang Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) juga pernah ia lakukan.

Eko sendiri merupakan Hotman atau orang yang bekerja bersentuhan langsung dengan kabel, Eko mengaku sempat gugup akan memegang kabel bertegangan tinggi. Ketika akan bersentuhan langsung dengan kabel muncul percikan api dari tangannya.

"Seperti kekuatan Sasuke di Naruto itu, persis sekali," ujarnya.

Baca: Listrik Padam Masyarakat Sedih, Pertugas PLN Ternyata Lebih Lagi, Ini Penyebabnya

Percikan itu muncul karena Eko memakai perlengkapan sarung tangan dan baju khusus yang terbuat dari serat stainles yang bisa menerima listrik tanpa menyetrum si pemakai. Aliran listrik hanya mengalir di baju tanpa menyentuh kulit pemakai.

Pada awalnya melihat percikan api yang keluar dari jari jemarinya ungkap Eko, dirinya merasa seperti memiliki kekuatan. Tak banyak orang pernah yang mendapatkan pengalaman itu.

Menjadi pasukan PDKB TT bagi warga Cempaka Banjarbaru ini bukanlah pasukan berani mati. Namun mereka adalah pasukan mati matian berkerja agar listrik tidak mati.

Tak mudah memang menjadi pasukan ini, berbagai medan untuk memelihara jaringan listrik agar tetap lancar dan bisa menerangi setiap wilayah di Indonesia harus ia lalui. Mulai dari bercebur di rawa, naik perahu untuk melewati sungai, hingga mendaki pegunungan.

Bahkan saat berada di panas terik matahari ia mengaku harus tetap tahan. "Cuma karena kami juga dilengkapi dengan alat perlindungan dari panas, ketinggian dan Medan berat tetap bisa dilalui dengan selamat," jelas lelaki yang juga Humas AP2B PLN Wilayah Kalselteng ini.

Halaman
123
Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved