BanjarmasinPost/

Jendela Dunia

Sehari, Ada 6 Kasus Perkosaan di New Delhi, Jadi Kota Paling Berbahaya Bagi Wanita

Pada Senin (16/10/2017), Yayasan Thomson Reuters merilis hasil jajak pendapatnya yang menempatkan New Delhi dan Sao Paulo sebagai kota

Sehari, Ada 6 Kasus Perkosaan di New Delhi, Jadi Kota Paling Berbahaya Bagi Wanita
facebook
Foto yang diambil dari Facebook ini memperlihatan seorang perempuan yang babak belur dihajar beberapa pria karena melawan saat hendak diperkosa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, LONDON - Lima tahun setelah serangan dan perkosaan fatal terhadap seorang mahasiswi, ibu kota India New Delhi masih dianggap sebagai kota besar dunia yang paling berbahaya bagi perempuan.

Pada Senin (16/10/2017), Yayasan Thomson Reuters merilis hasil jajak pendapatnya yang menempatkan New Delhi dan Sao Paulo, Brasil sebagai kota besar dunia yang "tak ramah perempuan".

Serangan dan perkosaan yang menewaskan mahasiswi berusia 23 tahun pada Desember 2012 itu memang memunculkan perjuangan untuk meningkatkan hak-hak perempuan India.

Tuntutan massa berhasil memaksa pemerintah menciptakan undang-undang antiperkosaan yang lebih keras, mempercepat proses pengadilan untuk kasus perkosaan, dan menggalang dana bagi para korban perkosaan.

Warga India juga berhasil memulai sebuah diskusi terkait kasus-kasus kekerasan seksual yang selama ini dianggap tabu di negeri yang pada dasarnya konservatif itu.

Meski demikian, New Delhi sebuah metropolitan berpenduduk 26 juta orang itu hingga kini masih disebut sebagai "ibu kota" kasus perkosaan di India.

Di antara 19 kota metropolitan yang diteliti, New Delhi bersama Sao Paulo menjadi dua kota dengan urutan terbawah untuk urusan keselamatan bagi perempuan.

"Saya tak terkejut dengan hasil ini karena hanya didasarkan dengan persepsi. Media banyak menyorot kasus perkosaan di India dan Brasil dalam beberapa tahun terakhir," kata Rebecca Reichmann Tavares, kepala badan perempuan PBB yang pernah bekerja di India dan Brasil.

"Kekerasan seksual di kedua kota ini, tentu saja memang hal yang nyata, tetapi sejauh ini tak ada data pasti yang menunjukkan kasus perkosaan di Delhi dan Sao Paulo lebih tinggi dibanding negara lain," tambah Tavares.

Survei ini dijalankan dengan mewawancarai 380 orang pakar diu kota-kota dengan populasiu lebih dari 10 juta jiwa untuk mengetahahui risiko kekerasan seksual dan praktik-praktik yang menyengsarakan perempuan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help