Berita Banjarmasin

Hati-hati! Suntik Putih Via Online Bisa Bahaya, Kenapa Ya?

“Takut saya, kalau suntik putih. Tapi teman-teman saya ada yang pakai. Katanya sih ada yang murah, ada yang mahal"

Hati-hati! Suntik Putih Via Online Bisa Bahaya, Kenapa Ya?
livescience.com
Ilustrasi suntik putih 

BANJARMASINPOST.CO.ID - NITA Mayang Sari sempat ingin kulitnya menjadi putih. Namun, mahasiswi perguruan tinggi swasta terkemuka di Banjarmasin ini urung melakukannya setelah mendengar dari rekannya, suntik putih menyebabkan ketergantungan. Anita pun tidak jadi ikut menyuntik putih kulitnya.

“Takut saya, kalau suntik putih. Tapi teman-teman saya ada yang pakai. Katanya sih ada yang murah, ada yang mahal. Tapi saya takut ketergantungan,” ujarnya, kemarin.

Penelusuran BPost, suntik putih tidak hanya dipasarkan secara manual dengan membuka klinik kecantikan, tapi sudah ada pesanan via online.

Baca: Payah! Beli Kosmetik Via Online Nggak Ada Kasiatnya, Ini Komentar BPOM Banjarmasin

Baca: Ibu Muda Heboh! Kosmetik Abal-abal Dijual Via Online, Mengejutkan Fakta di Wajah Rika

Harian ini menemukan ada yang menawarkan suntik putih melalui media sosial. Dia bukan dokter kecantikan, tapi menjual dan bahkan bisa menyuntikkan obat pemutih kepada orang yang ingin menggunakan.

“Saya sempat ditawari Rp 750.000 enam kali suntik,” ujar Anita.

BPost cetak edisi Selasa (17/10/2017).
BPost cetak edisi Selasa (17/10/2017). (dokumen)

Dia mengaku sempat sekali suntik putih atau penambah vitamin C bukan oleh dokter spesialis. Biaya sekali suntik Rp 75.000.

“Kalau yang saya rasakan itu cerah saja, tapi tidak putih. Setelah itu saya tidak pakai lagi,” cetusnya.

Kata Leonard Duma, Kabid Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM Banjarmasin, untuk suntik putih harus dilakukan praktisi medis.

“Itu dilakukan di bawah tangung jawab dokter. Produk yang mau disuntikkan harus terdaftar izin edarnya di BPOM. Tidak bisa sembarangan,” jelasnya.

Disebutkan dia, semua produk yang mau disuntikkan termasuk serum vitamin C yang dikatakan suntik putih harus terdaftar. “Kecuali racikan tidak wajib terdaftar asal diresepkan oleh dokter dan diracik oleh farmasist,” urainya.

http://epaper.banjarmasinpost.co.id
Mau Baca berita BPost cetak? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help