Berita Tanahlaut

Ini Harapan Ketua Komisi II DPRD Tanahlaut Soal Pembangunan RS Baru Hadji Boejasin

Pimpinan proyek PT Pembangunan Perumahan, Hernowo mengaku senang mendapat kunjungan para wakil rakyat.

Ini Harapan Ketua Komisi II DPRD Tanahlaut Soal Pembangunan RS Baru Hadji Boejasin
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Kunjungan Komisi II DPRD Tala ke proyek pembangunan RSUD H Boejasin Pelaihari, Rabu (18/10/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ketua Komisi II DPRD Tanahlaut, Made Lutra mengaku kunjungan komisi II itu untuk memastikan sejauhmana progres pembangunan rumah sakit baru Hadji Boejasin di Kelurahan Saranghalang.

Ternyata, setelah mendapatkan penjelasan sesuai penawaran kontraktor kepada manajemen Rumah Sakit Hadji Boejasin Pelaihari, sudah berjalan sekitar 61,5 persen.

"Kita sudah melihat langsung dan sarapan anggarannya sekitar Rp 160 miliar. Tentu saja kami berharap pada 2018 nanti, fasilitas kesehatan ini sudah bisa dinikmati warga," harapnya.

Pimpinan proyek PT Pembangunan Perumahan, Hernowo mengaku senang mendapat kunjungan para wakil rakyat. Itu dinilainya menepis anggapan terkait anggapan lambannya pembangunan rumah sakit baru yang dilaksanakan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Baca: Usai Sakit Parah Akibat Hamil Muda, Kate Middleton Ceria Menari Bersama Badut Beruang

"Kami sampaikan bahwa pembangunan ini enam lantai dengan atap. Perkiraan selesai pada Oktober 2018 nanti. Kami sudah mengajak anggota DPRD Tanahlaut berkeliling melihat ruang UGD di lantai dua dan ruanv poli klinik serta ruang rawat inap kelas III," katanya.

Anggaran pembangunan rumah sakit baru Hadji Boejasin di Kelurahan Saranghalang itu bersumber dari APBD Kabupaten Tanahlaut dengan sistem tahun jamak yang totalnya mencapai Rp 300 miliar.

Baca: Komisi II DPRD Tanahlaut Cek Pembangunan Rumah Sakit Pelaihari, Ini Tujuannya

Keberadaan rumah sakit itu direncanakan terakreditasi dengan tipe B atau setara rumah sakit rujukan di Kabupaten tetangga. Bupati Tanahlaut Bambang Alamsyah setiap kesempatan menjelaskan bahwa keberadaan rumah sakit itu untuk sarana fasilitas warga Tanahlaut dan sekitarnya.

Tidak menutup kemungkinan, dengan 250 kamar tidur tahap awal ini, mampu menampung warga dari kabupaten tetangga, seperti Tanahbumbu dan Kotabaru. (*) 

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved