Kriminalitas Tanahlaut

Komplotan Umri Gagal Bawa Delapan Baterai Tower BTS Seluler

Ia ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Komplotan Umri Gagal Bawa Delapan Baterai Tower BTS Seluler
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Apes nasib dialami Umri (27) warga Desa Batutungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah, terpaksa menjalani kehidupan di balik sel Mapolsek Panyipatan.

Ia ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Tersangka merupakan kawanan pelaku pencurian delapan baterai di Tower pemancar seluler di Desa Batumulia, Kecamatan Panyipatan, pada 25 September 2017 atau tiga pekan lalu.

Baca: NEWSVIDEO : Penumpang Panik Asap Tiba-tiba Muncul Penuhi Kabin Bus Pariwisata

Informasi dihimpun, pelaku ditangkap saat menunggu jemputan dua temannya yang berhasil kabur. Kaburnya dua teman tersangka itu, setelah mobil sewaan pengakut hasil curian menabrak pohon mahoni di Desa Bumiasih.

Polisi menerima informasi mobil menabrak pohon, mencurigakan keberadaan mobil itu terlihat membawa beban berat.

Ternyata tujuh baterai terdapat di dalam mobil itu dan satu handohone tertinggal milik tersangka Umri.

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan menjelaskan kedua pulau yang kabur sudah ditetapkan masuk dalam daftarkan pencarian polisi (DPO).

"Ini menjadi atensi kami, pencurian baterai di tower BTS ini," katanya kepada para wartawan, Rabu (18/10/2017).

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved