Berita Tanahlaut

Alsintan Bantuan Pascabanjir Kok Belum Disalurkan, Ada Apa?

Alat mesin pertanian atau Alsintan terparkir rapi di halaman depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Alsintan Bantuan Pascabanjir Kok Belum Disalurkan, Ada Apa?
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Seorang warga mengecek keberadaan alsintan yang terparkir rapi di halaman Kantor BPBD Tanahlaut, Kamis (19/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Alat mesin pertanian atau Alsintan terparkir rapi di halaman depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanahlaut, Kamis (19/10/2017).

Keberadaan puluhan unit alsintan itu informasinya sudah ada, sebelum kunjungan Inspektur Utama BNPB, Bintang Susmanto di Kantor Bupati Tanahlaut, belum lama ini.

Pejabat di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanahlaut menjelaskan alat itu bantuan pasca bencana banjir yang terjadi pada 2015 lalu.

Baca: 141 Orang Daftar Ulang Seleksi CPNS KKP, Tidak Jujur Saya Tenggelamkan

Menurutnya, alat itu belum dibagikan karena masih dalam proses pendataan dan pencatatan petugas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Tanahlaut.

Selain itu, data penerima bantuan belum diterima pihak BPBD Tanahlaut dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut.

"Kita menunggu dulu para petani yang menerima bantuan barang dari Dinas Tanaman Pangan," kata Suriansyah.

Baca: Kereen! Musim Depan, Barito Putera Ikuti Jejak Everton dan West Ham United

Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut, Akhmad Mustahdi dikonfirmasi puluhan unit alsintan belum disalurkan membenarkan.

Ia mengatakan penyalurkan alsintan paling lamban dilaksanakan pada akhir Oktober ini. Alsintan diparkir di halaman Kantor BPBD Tanahlaut karena masih dilakukan pendataan aset.

Menurut Mustahdi, penerima bantuan alsintan itu adalah para kelompok tani yang terdampak musibah banjir pada 2015 lalu, di empat kecamatan, yaitu Tambangulang, Batibati, Kurau dan Bumimakmur.

"Harapan kita setelah bantuan disalurkan percepatan pengolahan lahan dan panen bisa cepat. Alsintan itu, 60 unit kontraktor dan 70 unit perontok padi," katanya.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help