Kriminalitas Tanahbumbu

Mucikari di Eks Lokalisasi Kapis Kembali Ditangkap, Ini Penyebab Dia Kembali Lagi

Kadang membuka layanan dan menerima tamu dan kadang tutup. Meski sudah dilarang, Bu Sum tetap melakoni bisnisnya itu.

Mucikari di Eks Lokalisasi Kapis Kembali Ditangkap, Ini Penyebab Dia Kembali Lagi
Istimewa
Sumiati alias Ibu Sum (50) warga Jember.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Eks Lokalisasi Kapis sudah ditutup sejak 2014 lalu. Hanya saja, masih ada kegiatan prostitusi secara kucing-kucingan di tempat itu untuk menghindari petugas.

Tepatnya pada Rabu (11/10/2017) pukul 17.30 Wita, polisi menerima informasi dari masyarakat. Pasalnya, di tempat itu masih operasi lagi, padahal sudah ditutup.

Setelah itu, Satuan Reskrim Polres Tanbu melakukan penyelidikan dan ternyata benar, di satu rumah menerima tamu dalam kamarnya.

Baca: Nama Unik Peserta CPNS 2017, Ini Daftar Nama-nama yang Bikin Kamu Takjub

Satreskrim langsung melakukan penggerebekan ditemukan perempuan yang diduga sebagai PSK dengan tamunya.

Di rumah yang memiliki beberapa kamar itu pemiliknya adalah Sumiati alias Ibu Sum (50) warga Jember.

Bu Sum sapaannya ini sekaligus sebagai mucikarinya. Sumiati kemudian diamanakan bersama dengan PSKnya.

Baca: Live streaming Persib vs Madura United, Tim Tamu Akan Manfaatkan Kondisi Tidak Ideal Tuan Rumah

Ada beberap PSK turut dimankan dan dibawa ke Polres Tanahbumbu. Setidaknya ada 9 orang PSK yang turut dimintai keterangan. Setelah itu, mereka dipulangkan ke daerah masing-masing.

Kini, mucikari ini sudah mendekam di Mapolres Tanahbumbu untuk diproses lebih lanjut lagi. Sebab, sudah melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Menurut pengakuan pelaku, dia sudah melakukan bisnis itu sejak tiga tahun terakhir. Namun, sempat istrirahat karena sebelumnya Pemerintah Daerah Tanbu sempat menutup lokalisasi Kapis Desa Batu Ampar Kecamatan Simpangempat.

Saat ditutupnya lokalisasi tersebut, dia sudah berada di kampung halamannya. Namun, setelah penutupan itu, dia kembali datang ke Tanbu untuk kembali melancarkan aksinya menyediakan tempat prostitusi itu.

Sejak penutupan itu pula, dia kucing-kucingan membuka tempat usahanya itu. Kadang membuka layanan dan menerima tamu dan kadang tutup. Meski sudah dilarang, Bu Sum tetap melakoni bisnisnya itu.

"Kadang buka kadang tutup. Jadi tergantung situasinya juga," katanya kepada penyidik.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tanbu AKP Khairul Basyar Sik, didampingi Kanit PPA Aipda Busman, Kamis (19/10/2017) mengatakan, penangkapan mucikari itu setelah adanya informasi dari masyarakat. Setelah itu, langsung tindakan penggrebekan di lokalisasinya.

"Jadi benar memang masih operasi di eks lokalisasi Kapis ini. Kami menangkap mucikarinya beserta barang bukti yang turut diamankan berupa uang tunai Rp 200 ribu, 8 bungkus kondom dan satu lembar seprai," katanya.

Saat penggerebekan itu, ada yang sedang melayani tamunya di satu kamar. Setelah itu, langsung diamankan dan dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan.

"Pelaku dijerat Pasal 20 ayat 1 UU RI no 21 tentang perdagangan orang dan pasal 296 jo 506 KUHP tentang penyedian tempat dan menjadikan mata pencaharaiannya di tempat tersebut," katanya.

Penulis: Man Hidayat
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved